Kompas.com - 02/04/2014, 09:15 WIB
Membeli barang-barang antik di pasar loak ternyata butuh strategi tertentu. Interior desainer Bob Richter memberikan beberapa rahasia sukses membeli barang-barang tersebut. Bob Richter / Huffington PostMembeli barang-barang antik di pasar loak ternyata butuh strategi tertentu. Interior desainer Bob Richter memberikan beberapa rahasia sukses membeli barang-barang tersebut.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - Barang-barang antik dan istimewa tidak hanya bisa Anda peroleh di toko-toko desainer ternama. Pasar-pasar loak juga berpotensi menyimpan "harta karun" berupa furnitur antik atau karya seni otentik. Harganya pun lebih "miring".

Namun, sebelum berangkat ke pasar loak, Anda perlu tahu trik khususnya. Tanpa berhati-hati, Anda bisa tertipu dan mengeluarkan lebih banyak uang. Desainer interior Bob Richer punya trik yang bisa Anda coba kala mengunjungi pasar loak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertama-tama, perhatikan harga yang ditawarkan oleh penjaja barang di pasar loak. Melihat dari kacamata pembeli, Anda tentu ingin memperoleh barang dengan harga semurah mungkin. Untuk mendapat hal tersebut, cobalah jeli melihat kesempatan. Jika tampaknya "pesaing" Anda atau orang yang ingin memperoleh barang tersebut tidak banyak, hindari pembelian langsung. Pulang, dan pikirkan baik-baik sesampainya di rumah. Kembali ke pasar loak keesokan harinya, baru beli dengan harga yang sesuai.

Menurut Richer, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini untuk mendapatkan harga yang "pas" di kantong. "Cobalah menunjukkan ketertarikan yang tulus dan jangan menonjolkan keburukan barang di hadapan penjual," ujar Richer.

Perhatikan dulu harga yang tertera di barang-barang bekas tersebut. Jika tidak ada, Anda tentu boleh menanyakan harganya. Di Indonesia, biasanya penjual akan segera memberikan "harga khusus" bagi Anda. Namun, jika Anda pergi mengunjungi pasar-pasar loak di luar negeri, Anda bisa berinisiatif menanyakan harga terbaik yang bisa mereka berikan. Selanjutnya, cobalah tawar antara 10 sampai 20 persen lebih rendah. Hindari menawar terlalu banyak.

Jika sampai pada harga yang Anda sepakati, usahakan membayar dengan uang tunai. Kartu kredit, debit, apalagi cek belum tentu diterima oleh penjual barang antik.

Kedua, jangan buang-buang tenaga Anda. Pasar loak biasanya berisi berbagai macam barang. Tidak hanya furnitur, Anda juga bisa mendapatkan perhiasan, baju, hingga alat elektronik. Anda tidak perlu mengunjungi semua bagian di pasar loak. Berbelanja di pasar loak membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan mood yang optimal. Menghemat tenaga bisa membuat Anda lebih teliti ketika memeriksa barang yang diincar.

Ketiga, incar barang yang memang sulit didapat. Richer menganjurkan agar Anda membeli karya seni, pigura, dan kaca. Selain di pasar loak, barang-barang seperti ini sebaiknya Anda cari di acara-acara "cuci gudang". Pasalnya, para penjaja barang di "cuci gudang" enggan membawa pulang barang-barang pecah belah. Anda juga bisa mencari kaos konser, kacamata hitam, buku, dan prints atau cetakan-cetakan cantik berpigura.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.