Kompas.com - 24/03/2014, 16:13 WIB
Sektor properti di Makassar, Sulawesi Selatan, terus menunjukkan geliat pertumbuhan. Tak hanya perumahan, hotel, pusat belanja dan apartemen mulai marak dikembangkan. Tampak dalam gambar, perumahan The Mutiara yang dibanderol dengan harga lebih dari Rp 3 miliar per unit. KOMPAS.com/LatiefSektor properti di Makassar, Sulawesi Selatan, terus menunjukkan geliat pertumbuhan. Tak hanya perumahan, hotel, pusat belanja dan apartemen mulai marak dikembangkan. Tampak dalam gambar, perumahan The Mutiara yang dibanderol dengan harga lebih dari Rp 3 miliar per unit.
|
EditorHilda B Alexander
MAKASSAR, KOMPAS.com - Tak dimungkiri pertumbuhan sektor properti di Makassar, Sulawesi Selatan, maju pesat. Hal ini dipicu oleh proses dekonsentrasi pembangunan dan aktivitas ekonomi dari super primate Jakarta.

Demikian pendapat Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP), Bernardus Djonoputro, terkait posisi Makassar, Balikpapan, dan Manado, dalam peran dan fungsinya secara strategis bagi Kawasan Timur Indonesia, kepada Kompas.com, Sabtu (22/3/2014).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Makassar mulai menarik setelah 30 tahun menjadi bayang-bayang Surabaya. Dalam perkembangannya kemudian, kota ini mampu menghidupi dirinya sendiri dan membuat "tarikan" pertumbuhan ekonomi ke timur yang sebelumnya dikuasai Jakarta dan Surabaya," ujar Bernardus.

Walhasil, kata Bernardus, Makassar menjadi hub bagi Kawasan Timur Indonesia. Pembangunan infrastruktur, pusat ekonomi, perluasan Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, dan pelabuhan laut menjadikan kota "anging mamiri" ini memperlihatkan kekuatan ekonomi yang berpengaruh.

"Selain itu, posisinya sangat strategis, sebagai pintu gerbang bagi kawasan lain di sekitarnya. Makassar tidak hanya melayani kebutuhan sekitar 1,4 juta jiwa penduduknya, melainkan juga kebutuhan Kawasan Timur Indonesia secara umum. Arus barang, dan komoditas harus melalui kota ini sebelum didistribusikan ke kota-kota lainnya," ucap Bernardus.

Pertumbuhan ekonomi Makassar yang menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai rerata 8,5 persen per tahun, jauh di atas pertumbuhan ekonomi Nasional 5,9 persen. Ini mengindikasikan potensinya untuk menarik lebih banyak lagi investasi. Terutama investasi sektor properti, seperti perumahan, apartemen, hotel, dan pusat belanja.

Wajar bila kemudian pengembang sekelas PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), Ciputra Group, Relife Property Group, dan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menggarap Makassar dengan membangun proyek skala besar.

Tahun lalu, LPKR melansir superblok The St Moritz Penthouse and Residences Makassar di atas lahan seluas 2,7 hektar.

Proyek yang digarap pengembang dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 27,1 triliun per 24 Maret 2014 tersebut terdiri atas 12 jenis properti, di antaranya adalah apartemen yang terangkum dalam dua menara, salah satunya setinggi 51 lantai dikombinasikan dengan hotel bintang lima. Selain itu, terdapat pusat belanja dengan area sewa seluas 75.000 meter persegi, sekolah Pelita Harapan, sinema 10 teater, pusat hiburan dan kuliner serta lounge serbaguna.

The St. Moritz Makassar Penthouse and Residences merupakan proyek kedua LPKR. Sebelumnya, mereka telah mengembangkan perumahan skala kota Tanjung Bunga Makassar seluas 1.000 hektar melalui anak usahanya, PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk. Untuk merealisasikan proyek ini, LPKR memproyeksikan kebutuhan dana sebesar Rp 3,5 triliun.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.