Kompas.com - 20/03/2014, 13:50 WIB
|
EditorHilda B Alexander

DEPOK, KOMPAS.com -
Setelah sukses mengoperasikan Tol Cinere Jagorawi (Cijago) Seksi I sejak Januari 2012 dengan volume kendaraan melebihi ekspektasi, PT Translingkar Kita Jaya (TLKJ) selaku pengelola, memulai pembangunan Cijago Seksi II.

Ruas Cijago Seksi II yang membentang antara Jl Raya Bogor hingga Kukusan sepanjang 5,5 kilometer tersebut dimulai konstruksinya dengan pemancangan perdana, Kamis (20/3/2014).

Direktur Utama PT Translingkar Kita Jaya, Hilman Muchsin, mengatakan, Cijago seksi II merupakan kelanjutan dari Seksi I. Selama dua tahun beroperasi, volume kendaraan yang melintas memperlihatkan pertumbuhan.

Pada 2012, tercatat sebanyak 21.500 kendaraan yang memanfaatkan tol Seksi I. Jumlah ini terus meningkat setahun berikutnya menjadi 30.500 kendaraan. Diharapkan, tahun ini kendaraan yang melintas mencapai 35.000 unit.

"Meskipun realisasi pembangunan Tol Cijago Seksi II menyimpang dari rencana karena terkendala banyak hal, terutama pembebasan lahan, namun kami pastikan konstruksi rampung dan dapat beroperasi pada Februari 2015," ujar Hilman.

Pembangunan Tol Cijago Seksi II membutuhkan lahan seluas 53,02 hektar dan menelan dana investasi sekitar Rp 380 miliar.

Untuk diketahui, pembangunan Jalan Tol Cijago dilakukan secara bertahap dalam tiga seksi. Seksi I sepanjang 3,70 kilometer sudah dioperasikan sejak Januari 2012. Seksi II yang menghubungkan Jl Raya Bogor-Kukusan sepanjang 5,50 kilometer akan dibangun setelah pemancangan hari ini.

Sedangkan untuk Seksi III yang membentang dari Kukusan sampai Cinere hingga 5,44 kilometer, masih dalam tahap pembebasan lahan dan diharapkan selesai pertengahan 2015. Lahan yang dibutuhkan seluas 46,17 hektar.

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto menyatakan, pembangunan Tol Cijago merupakan bagian dari masterplan priority untuk area Jadebotabek 2020 yang dilakukan melalui skema pembiayaan public private partnership (PPP) dengan PT Translingkar Kita Jaya.

"Seiring dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2035, percepatan pembangunan infrastruktur bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi kawasan," ujar Djoko.

Adapun kebutuhan dana pembangunan Tol Cijago, mencapai Rp 2,6 triliun. Seluruh seksi Tol Cijago akan beroperasi pada 2016.

Jika pembangunan seluruh ruas Tol Cijago tuntas, maka ujung pintu tol Cinere akan menjadi titik untuk integrasi dengan Jalan Tol Cinere-Serpong.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.