Kompas.com - 14/03/2014, 11:05 WIB
Brian dan Chyntia membuat sebuah kursi yang bisa mengubah panas tubuh pengguna kursi menjadi tenaga listrik. Kursi berteknologi itu kemudian mereka namakan dengan Lungguh. Lungguh berasal dari bahasa Jawa yang artinya duduk.
TABITHA NUGROHO/KOMPAS.comBrian dan Chyntia membuat sebuah kursi yang bisa mengubah panas tubuh pengguna kursi menjadi tenaga listrik. Kursi berteknologi itu kemudian mereka namakan dengan Lungguh. Lungguh berasal dari bahasa Jawa yang artinya duduk.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Kehidupan moderen tak bisa jauh dari penggunaan telepon genggam, tablet, dan komputer jinjing. Kerepotan dengan "kehidupan modern" itulah yang menginspirasi Brian dan Chyntia, dua mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana, melakukan inovasi.

Bagi dua mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana itu, gadget sudah menjadi santapan sehari-hari. Tak hanya penggunaan telepon genggam, kebutuhan energi untuk mengisi baterai gadget tersebut juga sudah menjadi masalah sehari-hari. Inilah yang membuat keduanya terdorong membuat penemuan istimewa dan akhirnya memenangkan lomba "Go Green in the City" besutan Schneider Electric.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

TABITHA NUGROHO/KOMPAS.com Inilah yang membuat kedua kedua mahasiswa itu terdorong membuat penemuan istimewa dan akhirnya memenangkan lomba
Brian dan Chyntia membuat sebuah kursi yang bisa mengubah panas tubuh pengguna kursi menjadi tenaga listrik. Kursi berteknologi itu kemudian mereka namakan dengan Lungguh. Lungguh berasal dari bahasa Jawa yang artinya duduk.

"Idenya berawal ketika teman kami kehabisan energi di handphone-nya dan di sana tidak ada sumber listrik," ujar Chyntia dalam video proposalnya di hadapan wartawan di Jakarta, Kamis (13/4/2014).

Menurut kedua mahasiswa itu, Lungguh bisa digunakan di mana pun, baik di dalam maupun di luar ruangan. Teknologinya juga bisa diadaptasi di mana pun, mulai dari sarana transportasi umum hingga fasilitas umum.

Saat ini Lungguh masih dalam proses pengembangan. Jadi, belum diketahui lamanya waktu diperlukan untuk mengisi baterai telepon genggam atau tablet. Namun, Brian mampu menjelaskan cara kerja kursi canggih ini.

"Cara kerjanya sederhana. Di sini ada termo elektrik dan bisa mengubah panas tubuh manusia menjadi listrik. Ini listriknya masih mili volt," ujar Brian.

Menurutnya, dia akan mengembangkan kursi tersebut hingga bisa digunakan dengan maksimal.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.