"Seorang Arsitek Harus Tanggap Perubahan di Sekitarnya"

Kompas.com - 22/02/2014, 16:13 WIB
Bjarke Ingels www.wikimedia.orgBjarke Ingels
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Siapa tak kenal Bjarke Ingels? Sosok muda berkebangsaan Denmark ini bisa disandingkan dengan selebriti arsitektur lainnya, seperti Zaha Hadid, atau bahkan mungkin Frank Gehry. 

Ingels telah menghasilkan banyak karya fenomenal. Sebut saja, perpustakaan nasional di Kazakhstan yang dirancang bak donat logam raksasa, apartemen berfasad sarang lebah dengan kolam renang di setiap balkonnya di Bahama, atau sebuah resor nir-emisi di lepas pantai Azerbaijan.

Karya-karya tersebut hanyalah segelintir dari sekian banyak rancangan tak biasa Ingels. Istimewanya, tidak ditemukan repetisi dalam setiap karyanya. Ingels menjadikan karya tersebut sebagai wahana kreatifitas, inovasi, dan ambisi. Jadi, tak ada hal apa pun yang serupa di dunia ini, termasuk karya arsitekturnya.

www.wikimedia.org Kantor yang dikelolanya, BIG 8 House, merespon perubahan di sekitarnya.
Ingels berusaha mendefinisikan kembali apa itu karya arsitektur. Ia juga mencoba membawa filosofi rancangannya bahwa arsitektur haruslah mampu berkomunikasi dan berkembang dalam merespon perubahan lingkungan di sekitarnya.

Filosofi yang sama juga ia terapkan dalam mengelola kantornya, yakni BIG. Dalam sebuah wawancara dengan Archdaily, Ingels menegaskan, alih-alih menempel hirarki kantor tradisional, BIG dimodelkan pada organisme yang menyesuaikan dengan pertumbuhan dan perubahan.

"Menciptakan kantor, butuh proses evolusi. Sebagai kantor yang berkembang, peran Anda terus berubah. Setiap tiga bulan saya menyadari bahwa saya tidak bisa lagi melakukan hal yang sama tiga bulan sebelumnya. Saya harus melakukan sesuatu yang berbeda karena kantor telah berkembang dan peran saya di dalamnya juga terus berkembang," tutur Ingels.

Ingels konsisten menciptakan posisi dengan menggeser orang di sekitarnya untuk memastikan bahwa setiap anggota timnya melakukan pekerjaan yang paling cocok dan paling memiliki ketertarikan untuk menuntaskannya.

"Salah satu hal penting tentang menciptakan sebuah kantor, adalah bahwa Anda memiliki kesempatan dan tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan kerja, di mana Anda memiliki hasrat untuk memasukinya dan langsung bekerja," tegas Ingels.

Jika Anda membuat kantor sendiri, imbuhnya, Anda memiliki tanggung jawab untuk mengatur nada dan budaya. Sehingga dapat menciptakan atmosfer kerja kolaboratif dan komunikastif satu sama lain, karena faktor ini akan berdampak signifikan terhadap karya akhir yang Anda produksi.

Selain itu, "Anda akan menghabiskan banyak waktu di kantor. Jadi, jika Anda tidak menikmatinya, itu akan menjadi neraka," tandas Ingles.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X