Indonesia Absen di Ajang "Design of The Year 2014"

Kompas.com - 10/02/2014, 16:21 WIB
NLE mendesain Makoko Floating School atau Sekolah Mengambang Makoko. Sekolah tersebut merupakan tahap pertama dalam tiga tahap pengembangan yang akan menjadi sebuah komunitas mengambang, lengkap dengan hunian mengambang. archdaily.co.ukNLE mendesain Makoko Floating School atau Sekolah Mengambang Makoko. Sekolah tersebut merupakan tahap pertama dalam tiga tahap pengembangan yang akan menjadi sebuah komunitas mengambang, lengkap dengan hunian mengambang.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - The Design Museum di London, Inggris, sudah menetapkan 76 nominasi bagi penghargaan desain terbaik tahun ini atau "Designs of the Year 2014". Penghargaan tersebut akan dibagi menjadi tujuh kategori, yaitu arsitektur, produk, furnitur, fashion, grafis, digital, dan transportasi.

Sayangnya, tak satu pun dari daftar pendek tersebut terdapat karya desainer Indonesia. Sejak rumah asuh yang terinspirasi rumah adat Mbaru Niang suku Wae Rebo karya Yori Antar menjadi kandidat pemenang Aga Khan Award 2013, Indonesia selalu absen di ajang penghargaan serupa.

"Design of The Year 2014" disesaki nama-nama besar seperti arsitek Zaha Hadid, David Chipperfield, John Pawson, Tracey Neuls, BarberOsgerby, dan Konstantin Grcic. Mereka disebut dalam daftar pendek yang berkesempatan memenangkan desain terbaik tahun ini. Semua karya para pesohor, termasuk karya finalis lain akan dipamerkan dalam Museum Desain sejak 26 Maret 2014 mendatang hingga 25 Agustus 2014.


Beberapa karya yang menarik perhatian, antara lain Makoko Floating School atau Sekolah Mengambang Makoko di Nigeria. Sekolah karya NLE? dan Makoko Community Building Team ini dirancang dengan pendekatan inovatif, terjangkau, dan berkelanjutan. 

Sementara itu, dalam kategori furnitur terdapat karya Hella Jongerius bersama Rem Koolhaas, Irma Boom, Gabriel Lester, dan Louise Schouwenberg untuk tempat bersantai (lounge) kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa Delegasi Utara di New York, Amerika Serikat.

Tim yang terdiri atas arsitek dan desainer ini menghapus mezanin, memberikan gorden unik, serta menambahkan furnitur baru. Menurut para desainer, renovasi dan pendesainan ulang tersebut adalah "hadiah" dari Belanda untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa.

 
Di bidang desain produk, Silk Pavilion yang didesain oleh Mediated Matter Group dari MIT Media Lab menjadi salah satu finalis. The Silk Pavilion atau Paviliun Sutra ini mengeksplorasi hubungan antara fabrikasi digital dan biologi yang dimanfaatkan untuk membuat karya arsitektur. Sederhananya, "mesin cetak biologi" ini menggunakan lengan robot untuk menenun kubah dari serat sutra, kemudian bentuknya disempurnakan oleh ulat sutra hdup.
 
Masih ada puluhan desain lainnya yang turut berkompetisi dalam penghargaan ini. Kita tunggu saja hasil penjuriannya. Simak situs Dezeen (http://www.dezeen.com/2014/02/10/designs-of-the-year-2014-shortlist-announced/, rekanan media penghargaan "Designs of the Year 2014" dan Design Museum (http://designmuseum.org/exhibitions/2014/in-the-making) sebagai penyelenggaranya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X