Bakrie dan Perumnas Kebut Megaproyek Rp 1,1 Triliun

Kompas.com - 08/02/2014, 20:34 WIB
Ilustrasi: Menyusul kesuksesan 6 tomer apartemen tahap I, Bakrie Pangripta Loka akan melansir pembangunan 5 tower apartemen tahap II pada semester II 2014. www.shutterstock.comIlustrasi: Menyusul kesuksesan 6 tomer apartemen tahap I, Bakrie Pangripta Loka akan melansir pembangunan 5 tower apartemen tahap II pada semester II 2014.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bakrieland Development Tbk., dan Perum Perumnas menjalin aliansi bisnis strategis mengembangkan megaproyek Sentra Timur senilai lebih dari Rp 1,1 triliun, di Sentra Primer Baru Timur (SPBT) Pulo Gebang, Jakarta, melalui PT Bakrie Pangripta Loka. 

Megaproyek seluas 7,9 hektar tersebut menghimpun 11 menara apartemen, 1 menara hotel bintang tiga plus, pusat belanja, ruko, dan hunian Mutiara Platinum serta Mutiara Sanggraha. Saat ini progres di lapangan sudah memasuki pengembangan tahap II yang akan dilansir secara resmi pada semester kedua tahun ini. 

Menurut Direktur Utama Perum Perumnas, Himawan Arief Sugoto, pembangunan Sentra Timur dikebut pengerjaannya karena permintaan hunian, khususnya apartemen, di kawasan ini terus menguat. 

"Dari jumlah total 3.357 unit apartemen tahap I yang kami pasarkan, 90 persen terserap pasar. Tahun ini, kami akan melansir dan mengembangkan lima menara apartemen lagi dengan harga perdana mulai dari Rp 300 juta hingga Rp 400 juta per unit," ungkapnya kepada Kompas.com, usai seremoni Tutup Atap Ruby Tower dan Serah Terima Kunci Orange Tower, Sabtu (8/2/2014). 

Sebelumnya, Bakrie Pangripta Loka mampu menyelesaikan pembangunan tahap I sebanyak 6 menara yakni Grey Tower (534 unit), Green Tower (434 unit), Yellow Tower (433 unit), Orange Tower (390 unit), Ruby Tower (420 unit), dan Tosca Tower (146 unit). 

Direktur Proyek Bakrie Pangripta Loka, Djafarullah, menambahkan, tak hanya hunian yang akan mereka kebut pengerjaannya, fasilitas penunjang lainnya pun tengah digarap. Sebut saja, fasilitas taman parkir, dan fasilitas taman bermain. 

"Sejak dirintis pada 2008 pasar menyambut antusias proyek ini. Terlebih dengan kehadiran Terminal Modern Sentra Timur Pulo Gebang, Stasiun Cakung, dan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), menjadikan Sentra Timur sebagai opsi investasi yang menjanjikan di masa depan," ujarnya. 

Untuk diketahui, Sentra Timur merupakan bagian dari pengembangan raksasa kota mandiri dengan konsesi lahan seluas 40 hektar di kawasan SPBT. Hanya, perkembangannya tidak sepesat Sentra Primer Baru Barat (SPBB) di kawasan Puri Indah dan Puri Kembangan, Jakarta Barat. Di SPBB, sejumlah pengembang kakap berlomba membangun properti prestisius, seperti PT Lippo Karawaci dengan St Moritz Penthouse and Residences, dan PT Antilope Madju Puri Indah dengan Puri Indah Town Center. 

Diakui Himawan, SPBT masih jauh tertinggal ketimbang SPBB. Aksesibilitas dan infrastruktur masih menjadi kendala utama yang menghambat kemajuan SPBB. Kendati sebelumnya sudah banyak investor yang mengajak kerjasama, namun, karena kendala tadi, mundur satu per satu.

"Ke depan, kami akan mulai menggarap pusat komersialnya. Kami terbuka untuk bekerjasama dengan investor lainnya selain dengan PT Bakrieland Development Tbk," imbuh Himawan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X