Apartemen Mahasiswa di Yogyakarta Laku Keras!

Kompas.com - 20/01/2014, 17:56 WIB
Ilustrasi. Apartemen mahasiswa dibanderol seharga Rp 300 juta-Rp 500 juta per unit. ShutterstockIlustrasi. Apartemen mahasiswa dibanderol seharga Rp 300 juta-Rp 500 juta per unit.
|
EditorHilda B Alexander
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — "Penahbisan" Yogyakarta sebagai kota pelajar yang belum luntur oleh derap pembangunan properti dimanfaatkan pengembang dengan membangun apartemen khusus mahasiswa.

Menurut catatan Kompas.com, terdapat tak kurang dari tujuh proyek pembangunan apartemen dengan konsep yang disesuaikan untuk kebutuhan mahasiswa. Ketujuh proyek tersebut adalah apartemen Malioboro City, Vivo Apartement, Student Park, apartemen Sahid Yogyakarta Lifestyle Center, The H Residence, apartemen 7 Star, dan Mataram City.

Menurut Direktur Utama Karya Cipta Sukses Selaras, Marco Iswara, pasar apartemen mahasiswa di Yogyakarta sangat luas dengan ceruk besar. Selama ini permintaan dipenuhi oleh rumah kos.

"Kehadiran kos-kosan modern yakni apartemen justru membawa perspektif baru buat mahasiswa Yogyakarta untuk hidup praktis, modern, simpel, tak perlu dipusingkan urusan cuci, setrika, bayar listrik, dan lain-lain. Karena apartemen yang dibangun di kota ini juga menyediakan fasilitas yang dibutuhkan mahasiswa," ungkap Marco kepada Kompas.com, Senin (20/1/2014).

Motivasi serupa juga diungkapkan Direktur Utama Hutama Karya Realtindo, Putut Ariwibowo. Hutama Karya Realtindo masuk pasar Yogyakarta dengan bidikan utama adalah mahasiswa. "Sebanyak ratusan ribu calon mahasiswa baru menyesaki Yogyakarta setiap tahun. Jika 30 persennya saja diterima perguruan tinggi, maka kebutuhan hunian akan sebanyak itulah. Jelas, captive market apartemen mahasiswa, begitu jelas dan pasti," tandas Putut, Senin (30/12/2013).

Menurutnya, fondasi pasar properti Yogyakarta sudah sangat kuat. Ditopang oleh permintaan yang berasal dari pasar mahasiswa. Belum lagi pasar yang berasal dari investor yang akan menyewakan properti mereka kepada para mahasiswa tersebut.

"Untuk itulah kami membangun The H Residence sebanyak 300 unit dengan harga mulai dari Rp 300 juta. Layak dan terjangkau diakses oleh para orangtua mahasiswa. Ketimbang sewa kamar senilai Rp 1,5 juta-Rp 2 juta per bulan, lebih baik dialihkan untuk mencicil apartemen di mana 10 atau 15 tahun kemudian bisa menjadi hak milik dan dijadikan instrumen investasi (disewakan kembali)," jelas Putut.

Besarnya pangsa pasar apartemen khusus mahasiswa ini diakui Marco. Terbukti, hingga saat ini dari 700 unit apartemen yang ditawarkan, sudah terjual sebanyak 40 persen. Padahal, harga jualnya tak bisa dibilang "harga mahasiswa", yakni Rp 500 juta per unit.

Sementara The H Residence yang baru diperkenalkan kepada publik akhir tahun lalu sudah terserap 25 persen. Sebagai daya tarik, di dalam kompleks-kompleks apartemen tersebut, pengembang membangun sejumlah fasilitas. Selain pusat belanja, juga ada sentra komunitas khusus mahasiswa yang dilengkapi fitur wifi dan gerai kuliner.

"Yogyakarta Town Square (J'Tos) sendiri dirancang sebagai pusat kuliner modern. Peritel yang bergabung di sini, selain Matahari Department Store dan Toko zbuku Gramedia, sebagian besar adalah peritel kuliner. Kami sedang menjajaki Mitra Adi Perkasa untuk membuka gerai F and B-nya di sini," imbuh Marco.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X