Kompas.com - 11/01/2014, 16:20 WIB
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com — Apartemen yang menawarkan pertumbuhan harga tinggi merupakan obyek incaran investor. Dengan pertumbuhan sekitar 20-25 persen, apartemen-apartemen yang berada di kawasan Jakarta Pusat dan Selatan mencapai transaksi penjualan paling aktif.

Hal tersebut dikatakan Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, kepada Kompas.com, Kamis (9/1/2014).

"Apartemen yang menjadi sasaran investasi para investor adalah apartemen menengah dengan harga jual antara Rp 20 juta hingga Rp 30 juta per meter persegi. Apartemen dengan rentang harga jual seperti ini banyak terdapat di kawasan Jakarta Pusat dan Selatan," ungkap Ferry.

Apartemen di kawasan Jakarta Pusat banyak dibeli oleh para investor untuk disewakan kembali kepada para pebisnis maupun pekerja yang berkantor di sekitarnya. Sementara apartemen di kawasan Jakarta Selatan menjadi bidikan karena laris disewa ekspatriat.

Pertumbuhan harga jual apartemen di Jakarta Pusat, khususnya di area CBD sangat pesat. Pada 2010 ke 2011 pertumbuhan mencapai sebesar 30 persen menjadi rerata Rp 23,8 juta/m2 dari sebelumnya hanya Rp 16,6 juta/m2.

Pertumbuhan terus berlanjut menuju tahun 2012 sebesar 20 persen menembus level rerata Rp 29,8 juta/m2 dan 21 persen pada tahun 2013 dengan angka rerata Rp 36,2 juta/m2.

Sementara itu, pertumbuhan harga jual apartemen di kawasan Jakarta Selatan mencapai sebesar 25 persen pada tahun 2013, menjadi Rp 25,8 juta/m2 dari sebelumnya Rp 20,7 juta/m2. Pencapaian pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2011 sebesar 29 persen menjadi Rp 17,2 juta/m2 dari sebelumnya Rp 12 juta/m2.

"Fenomena menarik yang terjadi hampir tiga tahun terakhir adalah larisnya apartemen strata yang dikonversi menjadi apartemen sewa dengan harga sewa tinggi, menyamai apartemen khusus sewa. Inilah yang membuat pasar apartemen sewa sedikit mengalami tekanan. Hal ini dibuktikan dengan tingkat serapan dan hunian yang terus menurun dari tahun ke tahun," papar Ferry.

Tamansari Semanggi (Wika Realty) merupakan salah satu contoh apartemen yang laris manis. Sebanyak 620 unit yang ditawarkan kepada publik seluruhnya terserap pasar. Harga jual berkisar Rp 22 juta-Rp 24 juta/m2. Harga pasaran sewa apartemen ini mencapai Rp 15 juta-Rp 20 juta per bulan untuk tipe dua kamar tidur dan Rp 10 juta/bulan untuk tipe studio.

Sedangkan Pejaten Park Residence (Bahama Group) dibeli karyawan dengan posisi middle level manager. Mereka bekerja di perusahaan-perusahaan multinasional dengan konsentrasi pertambangan minyak, gas, emas, dan konstruksi di koridor bisnis Simatupang dan memiliki home ownership program.

Saat diluncurkan secara terbatas pada Juni 2013, harganya masih berada pada kisaran Rp 17 juta/m2. Saat diperkenalkan secara resmi dengan kalangan konsumen lebih luas pada November lalu, telah mencapai Rp 22 juta/m2 dan terjual 30 persen dari total 280 unit yang ditawarkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.