Banyak Apartemen Menengah Laku Terjual, Tapi Kosong....

Kompas.com - 11/01/2014, 13:16 WIB
Kebanyakan apartemen dibeli oleh untuk kemudian disewakan kembali. Namun, tingginya tingkat kebutuhan hunian, khususnya di dalam kota pun begitu tinggi. www.shutterstock.comKebanyakan apartemen dibeli oleh untuk kemudian disewakan kembali. Namun, tingginya tingkat kebutuhan hunian, khususnya di dalam kota pun begitu tinggi.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Penghuni Rumah Susun Seluruh Indonesia (APERSSI) Ibnu Tadji sependapat dengan pandangan bahwa akan terjadi over supply di 2015 jika tingkat leasing terus menurun. Hanya, menurut Ibnu, pada 2015 dan seterusnya nanti tingkat okupansi apartemen kelas menengah atas dan atas tidak akan mengalami penurunan okupansi.

"Itu benar, namun ada segmentasinya. Segmen menengah atas tidak akan kosong, justru bertambah. 2015 ada AFTA, akan banyak ekspatriat mencari rumah. Saya tidak sependapat untuk semua segmen. Kalau untuk masyarakat bawah (MBR), bisa over supply. Apartemen tidak mudah diperoleh oleh MBR. Justeru, kalau untuk menengah atas atau atas demand-nya naik."

Namun demikian, pernyataan bertolak belakang dengan pendapat Ketua P3SRI Mualim. Menurutnya, tingkat okupansi memang belum sebanding dengan yang dibangun. Hanya saja, indikasi penurunan tingkat okupansi itu tidak benar. Dia mengaku secara berkala mengecek sendiri keadaan di lapangan.

"Rata-rata 53 hingga 60 persen. Ada yang sampai 70 persen terhuni," ujar Mualim.

Mualim tidak mengelak hal itu dan memang jumlahnya signifikan, yaitu bahwa kebanyakan apartemen dibeli oleh untuk kemudian disewakan kembali. Namun, tingginya tingkat kebutuhan hunian, khususnya di dalam kota pun begitu tinggi. Berikut ini beberapa data apartemen-apartemen "penting" yang dia berikan:

- Kalibata City, terhuni hampir 70 persen
- Sudirman Park 84 persen
- Podomoro City 70 persen
- Jakarta Residence dan Thamrin City di atas 60 persen
- Kelapa Gading 80 persen
- Gading Nias 60 persen

Mualim bilang, jika ada orang yang melihat bahwa saat ini banyak apartemen terlihat kosong dan tak berpenghuni, memang ada alasannya. Sebagian apartemen tersebut telah dibeli oleh orang yang tinggal di luar kota atau luar pulau Jawa dan hanya menghuninya pada akhir pekan. Sementara itu, ada pula yang menggunakannya di hari kerja dan justeru meninggalkannya untuk pulang di akhir pekan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Memang tidak diisi, karena mereka butuh untuk lifestyle saja," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X