Nih... 3 Sebab Munculnya Percikan Api Akibat Korsleting!

Kompas.com - 07/01/2014, 11:04 WIB
Ada tiga penyebab munculnya percikan api yang berhubungan dengan instalasi listrik. Pertama, beban berlebih atau overload. Kedua, hubungan singkat arus listrik atau short-circuit, dan ketiga arus bocor pada bangunan atau peralatan. www.shutterstock.comAda tiga penyebab munculnya percikan api yang berhubungan dengan instalasi listrik. Pertama, beban berlebih atau overload. Kedua, hubungan singkat arus listrik atau short-circuit, dan ketiga arus bocor pada bangunan atau peralatan.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Musibah kebakaran memberikan efek yang tidak main-main. Bukan hanya kKerugian materi, bahkan korban jiwa pun bisa terjadi karena musibah ini.

Menurut data yang dilansir oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Desember lalu, tepatnya Minggu (22/12/2013), tercatat 16 kasus kebakaran terjadi di DKI Jakarta. Dari jumlah itu, 15 di antaranya diakibatkan karena korsleting arus listrik, sementara satu sebab lainnya akibat tabrakan kereta. Dengan kata lain, peristiwa kebakaran dominan terjadi di kawasan permukiman, dan 100 persen akibat korsleting listrik.

Memang, data tersebut tidak menyertakan kondisi instalasi listrik di lokasi kejadian. Namun, menurut Riyanto Mashan, Country President, PT Schneider Electric Indonesia, ada beberapa kemungkinan terjadinya percikan api yang disebabkan oleh listrik.

Setidaknya, lanjut Riyanto, ada tiga penyebab munculnya percikan api yang berhubungan dengan instalasi listrik. Pertama, beban berlebih atau overload. Kedua, hubungan singkat arus listrik atau short-circuit, dan ketiga arus bocor pada bangunan atau peralatan. Jika api tersambar dengan bahan-bahan yang mudah terbakar, percikan tersebut mampu menghanguskan seluruh rumah.

Riyanto menjelaskan, ada langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh penghuni rumah untuk mencegah terjadinya hal itu. Pertama-tama, ketika membangun atau merenovasi rumah, ada baiknya pemilik mengecek langsung instalasi listrik.

"Setiap rumah seharusnya menggunakan MCB atau Mini Circuit Breaker berstandar nasional. MCB berfungsi sebagai pengaman terhadap gangguan hubungan singkat dan beban lebih di rumah. Ketika pemilik rumah menghubungkan beban berlebih pada instalasi listrik, maka MCB akan secara otomatis memutuskan arus listrik," ujar Riyanto kepada Kompas.com, pekan lalu.

www.shutterstock.com Untuk urusan listrik, barang KW juga bisa menewaskan Anda. Pasalnya, ada komponen-komponen pada barang KW yang dikurangi, padahal setiap komponen di dalam alat kelistrikan penting.
Dia menambahkan, MCB juga akan memutuskan arus listrik saat terjadi hubungan pendek atau korsleting. Pasalnya, begitu terjadi hubungan pendek, arus listrik akan melonjak naik (Baca: Serius... Demi Keamanan Listrik, Tak Cukup Hanya Pasang MCB!).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain MCB, kini dikenal pula ELCB atau Earth Leakage Circuit Breaker. Fungsi ELCB berbeda dengan MCB. Jika MCB dipasang untuk mencegah korsleting, ELCB digunakan untuk mencegah adanya arus bocor.

Awas barang KW!

Pada dasarnya aliran listrik harus berada dalam satu jaringan. Listrik bisa bocor ketika ada yang menghantarkannya keluar dari jaringan itu. Tubuh manusia, misalnya. Dalam keadaan basah, tubuh manusia dapat menjadi penghantar listrik yang baik. Maka, jika melakukan kontak dengan stop kontak, manusia bisa tewas (Waspada Saat Banjir, Satu Kampung Bisa Tersengat Listrik!).

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X