Kompas.com - 10/12/2013, 20:14 WIB
|
EditorHilda B Alexander
BANJARMASIN, KOMPAS.com - Ciputra Group akan memulai pembangunan pusat belanja pertamanya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada kuartal I 2014 mendatang.

Kepastian pembangunan pusat belanja dalam kompleks multifungsi (mixed use development) tersebut disampaikan Direktur Ciputra Group, Sugwantono Tanto, kepada Kompas.com, Selasa (10/12/2013).

"Saat ini kami sedang mengejar finalisasi desain mal dan diharapkan sebelum akhir tahun sudah rampung," ujar Sugwantono seraya menambahkan bahwa desain pusat belanja seluas 80.000 meter persegi tersebut dikerjakan oleh AEDAS.

Pembangunan pusat belanja ini merupakan tahap pertama dari tiga tahap pengembangan kompleks multifungsi dengan total luas lahan 10 hektar dari rencana semula 6 hektar, di Jl. Ahmad Yani, Kilometer 7.

Selain pusat belanja, terdapat dua hotel dengan klasifikasi bintang 3 dan 4, satu menara perkantoran, satu menara kondotel dan satu menara apartemen serta pusat belanja ekstensi seluas 40.000 m2.

Dipilihnya Banjarmasin sebagai second-tier garapan, menurut Sugwantono, karena pasarnya potensial dengan daya beli masyarakat yang semakin menguat. Kondisi aktual menggambarkan bahwa permintaan atau kebutuhan akan pusat belanja lebih besar sementara pasoknya terbatas.

Saat ini, hanya ada tiga pusat belanja baru yang masuk pasar. Selain mal yang dikembangkan Ciputra Group, terdapat Plaza Kalimantan besutan PT Banua Land Sejahtera dan The Grand Banua Shopping Mall milik PT Banua Anugerah Sejahtera. Padahal untuk membangun satu pusat belanja, dibutuhkan waktu setidaknya 2 tahun.

"Demikian halnya dengan penambahan fungsi dan jenis properti yang disebabkan perubahan pasar yang dinamis. Pertimbangan lainnya adalah bahwa gaya hidup masyarakat kota Banjarmasin sudah mengalami pergeseran yang didukung meningkatnya daya konsumsi," imbuh Sugwantono.

Untuk merealisasikan portofolio terbarunya ini, Ciputra mengalokasikan investasi (termasuk lahan) senilai hampir Rp 1 Triliun. Pusat belanja tahap I diprediksi menelan dana sekitar Rp 400 miliar.

"Kami berkompetisi tidak hanya secara horisontal dalam cakupan area garapan (catchment area) melainkan juga secara vertikal yakni segmentasi pasar. Karena Banjarmasin ceruk pasarnya terbatas, beda dengan Jakarta yang begitu luas. Namun, Banjarmasin memiliki wilayah hinterland yang dapat menjadi pangsa pasar baru," ujar Sugwantono.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jasa Marga 'Spin-off' Divisi Regional Trans-Jawa ke Anak Usaha

Jasa Marga "Spin-off" Divisi Regional Trans-Jawa ke Anak Usaha

Berita
Kembalinya Ekspatriat ke Jakarta, Picu Kenaikan Okupansi Apartemen Servis

Kembalinya Ekspatriat ke Jakarta, Picu Kenaikan Okupansi Apartemen Servis

Apartemen
Berkunjung ke Bekasi, Menteri Hadi Minta Kantor Pertanahan Buka Tiap Hari dan Jamin Tak Ada Pungli

Berkunjung ke Bekasi, Menteri Hadi Minta Kantor Pertanahan Buka Tiap Hari dan Jamin Tak Ada Pungli

Berita
Tahun 2019 Kerap Dijadikan Patokan, Namun Okupansi Hotel Justru Anjlok 25 Persen

Tahun 2019 Kerap Dijadikan Patokan, Namun Okupansi Hotel Justru Anjlok 25 Persen

Hotel
Tol Serpong-Balaraja Tuntas Jalani Uji Laik Fungsi dan Uji Laik Operasi

Tol Serpong-Balaraja Tuntas Jalani Uji Laik Fungsi dan Uji Laik Operasi

Berita
Bertolak ke Nias, Jokowi Tinjau Infrastruktur Jembatan dan Jalan Nasional

Bertolak ke Nias, Jokowi Tinjau Infrastruktur Jembatan dan Jalan Nasional

Berita
[POPULER PROPERTI] Segini Jatah KPR Subsidi yang Diguyur Pemerintah Tahun 2022

[POPULER PROPERTI] Segini Jatah KPR Subsidi yang Diguyur Pemerintah Tahun 2022

Berita
YCH dan Pelindo Berkolaborasi Hadirkan Smart Growth Connect di Indonesia

YCH dan Pelindo Berkolaborasi Hadirkan Smart Growth Connect di Indonesia

Berita
Gaet Inggris, Indonesia Kembangkan Transportasi Rendah Karbon, Ini Daftarnya

Gaet Inggris, Indonesia Kembangkan Transportasi Rendah Karbon, Ini Daftarnya

Berita
Resmi! China Investasi Rp 44,8 Triliun ke Dana Kekayaan Indonesia

Resmi! China Investasi Rp 44,8 Triliun ke Dana Kekayaan Indonesia

Berita
Per 4 Juli, Realisasi FLPP Rp 11,27 Triliun Biayai Lebih dari 100.000 Rumah

Per 4 Juli, Realisasi FLPP Rp 11,27 Triliun Biayai Lebih dari 100.000 Rumah

Berita
Hotel di Las Vegas Sediakan Layanan VR Konten Dewasa Bagi Tamu

Hotel di Las Vegas Sediakan Layanan VR Konten Dewasa Bagi Tamu

Hotel
Lewati Target, Dana KPR FLPP Semester I Cair Rp 11,06 Triliun

Lewati Target, Dana KPR FLPP Semester I Cair Rp 11,06 Triliun

Hunian
Milenial 26-30 Tahun Paling Banyak Terima Bantuan Subsidi Rumah FLPP

Milenial 26-30 Tahun Paling Banyak Terima Bantuan Subsidi Rumah FLPP

Hunian
Bisnis Residensial Diprediksi Moncer di Sekitar Tol Yogyakarta-Solo-Kulonprogo

Bisnis Residensial Diprediksi Moncer di Sekitar Tol Yogyakarta-Solo-Kulonprogo

Hunian
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.