Di Rumah Anda, Tampilan Museum Bisa "Semanis" Rasanya....

Kompas.com - 10/12/2013, 11:16 WIB
Guggenheim Museum ini dibuat dengan memanfaatkan lapisan gula, kue jahe, kembang gula, bungkus permen, akar manis (licorice), dan gula. www.archdaily.comGuggenheim Museum ini dibuat dengan memanfaatkan lapisan gula, kue jahe, kembang gula, bungkus permen, akar manis (licorice), dan gula.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Di belahan lain dunia ini, Natal identik dengan kegiatan berkumpul bersama keluarga sembari menikmati hangatnya perapian, segelas eggnog, dan rumah-rumah mungil terbuat dari kue jahe. Namun, food artist Caitlin Levin dan fotografer Henry Hargreaves siap mengubah citra tersebut.

Duet keduanya berhasil mengenalkan kepada dunia koleksi museum-museum terkenal yang dibuat dari kue jahe. Beberapa museum terkenal di dunia, seperti Guggenheim Museum, Museo Soumaya, Tate Modern, bahkan piramida kaca di Louvre, Prancis kini terasa semanis tampilannya.

www.archdaily.com Karuizawa Museum yang dibuat Yasui Hideo pun
Namun, pasangan ini tidak serta-merta luluh pada citra umum rumah kue jahe yang ceria dan penuh warna. Setiap karya diabadikan oleh Hargreaves dalam nuansa suram, muram, dan gelap.

Seperti dikutip dalam versi online majalah Metropolis awal Desember ini, Levin dan Hargreaves membuat kreasi kue jahe unik, termasuk karya foto-fotonya tersebut untuk Art Basel tahun ini. Mereka berhasil mengerjakannya dengan bantuan Dylan Candy Bar. 

Keduanya membuat Guggenheim Museum dengan memanfaatkan lapisan gula, kue jahe, kembang gula, bungkus permen, akar manis (licorice), dan gula. Mereka juga membuat Museo Soumaya FR-EE dari bola-bola permen, kue jahe, sour roll, dan taffy. Jika Anda belum cukup terpukau, mereka juga membuat Tate Modern yang dibuat dari kue jahe, hard candy, kembang gula, dan permen karet.

www.archdaily.com Museo Soumaya FR-EE ini juga dibuat dari bola-bola permen, kue jahe, sour roll, dan taffy.
Selain itu, mereka juga membuat MAXXI, karya Zaha Hadid di Roma dengan kue jahe, hard candy, dan batang permen lolipop. Ada pula piramida Louvre karya I.M. Pei yang dibuat dari kue jahe, hard candy, dan akar manis. Karuizawa Museum yang dibuat Yasui Hideo pun "disulap" menjadi museum mungil dari cokelat batangan, kue jahe, hard candy, kembang gula, dan sour flush.

Terakhir, pasangan ini juga menyuguhkan Museum Aan de Stroom (MAS) karya Neutelings Riedijk Architect. Levin menggunakan kue jahe untuk membentuk batu batanya, lego candy, hard candy, permen wijen, cokelat, permen karet, dan sour rolls.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

www.archdaily.com MAXXI, karya Zaha Hadid, di Roma ini juga dibuat dengan kue jahe, hard candy, dan batang permen lolipop
Uniknya, seperti dikutip dalam Metropolis, baik Levin maupun Hardgreaves tidak yakin dengan hasil akhir kue-kue tersebut.

"Kami tidak tahu jika kami akan berhasil melakukan ini atau tidak," ujar Hargreaves. "Ini sebuah proses pembelajaran," imbuhnya.

Namun, tampaknya keberhasilan pasangan ini bukan kebetulan. Kerja keras mereka berhasil menampilkan museum-museum mungil yang tampilannya "semanis" rasanya.

Sumber: www.metropolismag.com 

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X