Kompas.com - 09/12/2013, 19:50 WIB
More London. www.wikimedia.orgMore London.
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Pergeseran signifikan betul-betul terjadi di sektor properti. Transaksi tanpa batas, sudah bukan fenomena lagi, melainkan aktivitas yang terjadi tak sampai dalam hitungan tahun. Setelah pengembang China melebarkan sayap ekspansi bisnisnya ke London, Inggris, kini giliran investor Timur Tengah.

Adalah St Martins Property Group, firma representasi Pemerintah Kuwait yang mengambil alih aset milik London Bridge Holdings, yakni More London. Ini merupakan aset utama di ibukota Inggris tersebut dengan nilai transaksi 1,7 miliar poundtserling atau setara dengan Rp 32,4 triliun.

Sebelumnya, London Bridge Holdings berencana membiayai More London pada musim panas mendatang. Namun, rencana ini berantakan dan mereka akhirnya memutuskan menjual aset tersebut dan mendapatkan tawaran menarik yang diajukan St Martins.

"Transaksi ini menggarisbawahi keberhasilan London Bridge Holdings dalam mengubah sebuah kondisi suram, brown field menjadi pusat bisnis global yang dinamis dan vital," kata perwakilan London Brigde seperti dikutip Reuters.

London Bridge Holdings membeli situs brown field pada tahun 1998 dan dikembangkan sebagai More London, yang berdekatan dengan Tower Bridge berseberangan dengan The Tower of London.

More London sendiri merupakan ruang perkantoran yang cocok dijadikan sebagai pusat bisnis karena dilengkapi fitur-fitur berteknologi modern.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X