Kompas.com - 25/11/2013, 16:11 WIB
Pemulung mengais puing-puing bekas kios pedagang yang dibongkar PT Kereta Api Indonesia di Stasiun Depok Baru, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (11/12/2012). Pembongkaran dilakukan untuk merevitalisasi stasiun agar lebih bersih dan nyaman bagi calon penumpang kereta api.

KOMPAS/IWAN SETIYAWANPemulung mengais puing-puing bekas kios pedagang yang dibongkar PT Kereta Api Indonesia di Stasiun Depok Baru, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (11/12/2012). Pembongkaran dilakukan untuk merevitalisasi stasiun agar lebih bersih dan nyaman bagi calon penumpang kereta api.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengungkapkan dukungannya pada pembangunan rumah susun di sekitar stasiun kereta. Hal ini akan sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk dapat hidup efisien.

Hal ini diungkapkannya dalam Musyawarah Nasional (Munas) XIV Real Estat Indonesia di Hotel Grand Melia, Kuningan, Jakarta, Senin (25/11/2013). 

 
Menurut Dahlan, perbaikan KRL terbukti telah memicu penambahan jumlah penumpang dan meningkatkan jumlah persewaan parkir di sekitar stasiun. Bukan tidak mungkin, hal tersebut juga bisa dijadikan peluang bagi pengembang untuk membangun rumah-rumah rakyat (rumah susun) di sekitar stasiun.
 
"Begitu KRL dibenahi dan bagus, itu penumpangnya lebih dari dua kali lipat. Kemudian ada tempat-tempat parkir di sekitar stasiun. Akhirnya orang titip (kendaraan) di stasiun, naik KRL, kemudian menggunakan sepeda motor dari stasiun tujuan," ujarnya.
 
Dahlan menambahkan, tumbuhnya persewaan parkir di sekitar stasiun pasti memberikan pasar baru bagi properti untuk membangun rumah rakyat di sekitar stasiun. Karena dapat menghemat ongkos transportasi.

"Misalnya, dari Jakarta ke Depok, masyarakat mengeluarkan ongkos Rp 4.500. Namun, dari stasiun menuju rumah tinggal, mereka harus membayar lagi ojek dengan harga Rp 15.000. Hal ini tidak masuk akal. Oleh karena itu, perumahan atau rumah susun di sekitar stasiun harus segera dikembangkan agar masyarakat bisa tetap hidup efisien," ujar Dahlan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.