Kompas.com - 15/11/2013, 11:21 WIB
Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi. HBA/KOMPAS.comWali Kota Balikpapan, Rizal Effendi.
|
EditorHilda B Alexander

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Pertumbuhan positif pasar properti tak hanya terjadi di kota-kota di Pulau Jawa, juga merambah daerah. Fenomena yang sejatinya sudah berlangsung sebelum krisis finansial global 2008, tersebut kian intensif saat beberapa pengembang kakap giat melakukan aksi ekspansi.

Mereka adalah Sinarmas Land Group, Ciputra Group, Agung Podomoro Land, Summarecon Agung, Lippo Karawaci, dan nama besar lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu kota yang paling diincar adalah Balikpapan, Kalimantan Timur. Kota ini memiliki potensi pasar tak kalah besar ketimbang kota-kota lainnya. Seperti diakui Senior Associate Director and Head of Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia, Arief N Rahardjo, selain menjadi wilayah ekspansi para pengembang, Balikpapan juga menjadi target peritel asing

"Balikpapan memiliki aksesibilitas, dan kondisi infrastruktur yang memadai serta fasilitas penunjang lainnya, seperti keberadaan bandar udara internasional yang saat ini sedang diperluas, dan jalan protokol sebagai syarat mobilitas atau pergerakan masyarakat ke pusat-pusat bisnis dan aktivitas," papar Arief.

Namun, dari semua faktor tersebut, lanjutnya, yang terpenting adalah potensi pasar yang mayoritas kalangan menengah atas, termasuk di dalamnya ekspatriat yang sudah pasti memiliki  daya beli tinggi.

Tak mengherankan bila kemudian proyek-proyek skala besar bermunculan bak cendawan di musim hujan. Balikpapan saat ini disesaki oleh setidaknya 16 proyek dalam tahap konstruksi. Tujuh di antaranya berkonsep mixed use development.

Proyek-proyek properti tersebut menggenapi separuh dari realisasi investasi kota dengan topografi berbukit-bukit ini.

Menurut Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, hingga September 2013, sektor properti menguasai realisasi investasi dengan angka separuh atau Rp 2,5 triliun dari total investasi Rp 5 triliun.

"Properti memang merupakan sektor yang paling pesat pertumbuhannya di kota ini. Setelah kami menutup dan tidak menerbitkan lagi izin penambangan batubara, para pengusaha banyak yang beralih ke sektor properti. Selain itu, peran pengembang luar Balikpapan juga berkontribusi besar terhadap komposisi realisasi investasi tersebut," papar Rizal kepada Kompas.com, Kamis (14/11/2013).

Kehadiran mereka, tambah Rizal, adalah hasil dari upaya pemerintahannya memberikan insentif berupa kemudahan perizinan serta pengembangan dan perbaikan infrastruktur.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.