Lippo Karawaci Raih Penghargaan Developer Terbaik Asia Tenggara

Kompas.com - 08/11/2013, 10:21 WIB
Lewat proyek Kemang Village, Lippo juga meraih penghargaan untuk kategori The Best Developer Indonesia dan The Best Condo Indonesia. Lippo Karawaci Lewat proyek Kemang Village, Lippo juga meraih penghargaan untuk kategori The Best Developer Indonesia dan The Best Condo Indonesia.
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Lippo Karawaci Tbk meraih penghargaan tertinggi The Best Developer South East Asia di ajang South East Asia Property Award (SEAPA) 2013. Lewat proyek Kemang Village, Lippo juga meraih penghargaan untuk kategori The Best Developer Indonesia dan The Best Condo Indonesia.

Penghargaan yang diselenggarakan di Tower Ballroom, Shangri-La Hotel, Singapura, pada 31 Oktober 2013 lalu itu diberikan oleh Ensign Media, penerbit terkemuka Property Report South East Asia Magazine yang berbasis di Thailand dan Singapura. Lippo menyisihkan lebih dari 1000 nominator tahun ini melalui seleksi juri Alexander Karolik Shlaen, Chief Executive Officer Panache Management.

"Ini menjadikan eksistensi kami sebagai pengembang yang tidak hanya membangun di satu sektor residensial saja, tapi juga berkontribusi memberikan kesempatan kerja melalui pengembangan sekolah, rumah sakit, mall, dan produk komersial lainnya, bahkan hingga pemakaman umum," ujar Director Perseroan lippo Karawaci, Jopy Rusli kepada Kompas.com di Jakarta, Jumat (8/11/2013).

Saat ini Kemang Village merupakan proyek pengembangan terpadu di Jakarta Selatan yang menjadi unggulan Lippo Karawaci. Di lokasi ini terdapat 7 menara kondominium, mal, dan Sekolah Pelita Harapan International. Sedangkan JW Marriott Hotel, Zu Family Club dan Siloam Hospitals rencananya akan dibuka di lokasi yang sama.

PT Lippo Karawaci Tbk tercatat sebagai perusahaan properti terbuka di Indonesia berdasarkan Total Pendapatan dan Total Aset, serta didukung oleh landbank yang terdiversifikasi di seluruh wilayah dan basis pendapatan recurring yang kuat. Perseroan tersebut kini menjadi salah satu operator jaringan rumah sakit swasta dan mal di Indonesa yang mengelola 14 rumah sakit dan 31 mal.

"Pada 2017 nanti kami menargetkan mengelola 50 rumah sakit dan 50 mal," ujar Jopy.

Saat ini, LPKR tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 24,7 triliun atau 2,2 miliar dolar AS per 4 November 2013.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X