Kompas.com - 05/11/2013, 13:40 WIB
Summarecon Agung membuka portofolio komersial terbarunya, Summarecon Mal Bekasi seluas 80.000 meter persegi. HBASummarecon Agung membuka portofolio komersial terbarunya, Summarecon Mal Bekasi seluas 80.000 meter persegi.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Moratorium pembangunan pusat belanja di wilayah administrasi DKI Jakarta memang belum dicabut. Implikasinya, orientasi pengembangan bergeser ke kawasan pinggiran. Mudah ditebak bila Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi merupakan wilayah sasaran pembangunan pusat belanja baru.

Data yang dilansir Colliers International Indonesia menunjukkan bahwa hingga 2016 mendatang akan berdiri enambelas (16) pusat belanja baru seluas 617.585 meter persegi di pinggiran Jakarta. Delapan (8) di antaranya berada di area Bekasi yakni Grand Galaxy City Mall, Bekasi Junction, GRand Metropolitan Mall, Ciputra Mal CitraGran, Summarecon Mall Bekasi, AEON Deltamas, Bekasi Trade Center 2, dan Living World Jababeka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara sejumlah lainnya terdistribusi merata di wilayah Tangerang sejumlah 4 mal yakni The Breeze BSD City, Cimone City Mall, Bintaro Xchange, dan AEON BSD City. Depok dan Bogor masing-masing 2 mal yakni Plaza Cibubur Extension, Cinere Bellevue Suite, Cibinong City Mall dan Cimandala City Mall.

Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, dalam paparan ulasan bisnis properti beberapa waktu lalu menuturkan, Bekasi mendominasi koleksi pusat belanja baru karena wilayah ini memang sedang mengalami laju pertumbuhan yang sangat pesat.

"Tidak saja karena banyaknya properti perumahan yang dibangun, dimotori oleh Summarecon Bekasi, Sinarmas Land, dan pengembang lainnya, yang mempengaruhi lonjakan kebutuhan pusat belanja. Kalangan menengah Bekasi yang memiliki kemampuan daya beli, tidak kalah jumlahnya dengan Tangerang," ujar Ferry.

Eskalasi semakin intensif saat permintaan juga terus bertumbuh dari sisi peritel, baik asing maupun lokasl. Mereka telah merancang rencana strategis guna mendukung langkah ekspansi.

Menurut Country Head Jones Lang LaSalle Indonesia Todd Lauchlan potensi demografis  memberikan keuntungan bagi sektor ritel.

"Meningkatnya populasi kelas menengah, urbanisasi yang pesat serta pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat menjadi daya tarik bagi peritel untuk mengembangkan sayap bisnis mereka yang menjadi pendorong permintaan ruang ritel di pinggiran Jakarta," tuturnya.

Bertambahnya ruang ritel di Bodetabek tersebut menyebabkan merosotnya tingkat hunian dari sebelumnya 85,7 persen menjadi 81,2 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.