Kompas.com - 13/10/2013, 12:04 WIB
Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Rabu (9/10/2013). Jalan utama di kota ini tidak memiliki ruang hijau. Kondisi diperparah dengan kemacetan lalu lintas yang sering terjadi. KOMPAS IMAGES / VITALIS YOGI TRISNAJalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Rabu (9/10/2013). Jalan utama di kota ini tidak memiliki ruang hijau. Kondisi diperparah dengan kemacetan lalu lintas yang sering terjadi.
|
EditorLatief
DEPOK, KOMPAS.com — Selama ini, publik mengenal pusat bisnis dan ekonomi Kota Depok hanya terkonsentrasi di koridor Margonda. Betapa tidak. Di sini telah banyak berdiri fasilitas-fasilitas komersial yang menjadi magnet kuat dan tempat berkumpulnya masyarakat dari seluruh penjuru Kota Depok untuk melakukan transaksi ekonomi.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Depok telah menyiapkan rencana strategis agar magnet pertumbuhan tersebar merata ke seluruh wilayah Kota. Wali Kota Depok, Nurmahmudi Ismail, mengatakan ada 6 kawasan yang dirancang sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru. Enam kawasan tersebut adalah Cinere, Bojongsari, Cimanggis, Cibubur, Tapos, dan Citayam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nurmahmudi memastikan, keenam kawasan itu dijadikan sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi baru karena memiliki potensi dan keunggulan komparatif. Terlebih lagi, beberapa di antara enam kawasan tersebut dilintasi oleh infrastruktur yang kini tengah dibangun.

Sebut saja, Cinere misalnya. Kawasan ini berada di tiga persimpangan tol yakni Tol Cinere-Jagorawi (Cijago), Tol Depok Antasari (Desari), dan Tol Cinere-Serpong.

"Keberadaan tol tersebut dapat menarik minat investor dan Cinere akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kami merancangnya sebagai kawasan permukiman berkonsep vertikal. Nantinya, di sini banyak pengembangan-pengembangan properti baru," papar Nurmahmudi kepada Kompas.com, Kamis (10/10/2013).

Sementara Bojongsari, akan dijadikan sebagai sentra agroindustri. Banyak usaha kecil menengah (UKM) yang sudah menghasilkan produk olahan buah dan sayuran.

Lain lagi dengan Cibubur yang sudah pasti didapuk sebagai destinasi wisata karena di sini terdapat Taman Rekreasi Wiladatika. Jadi industri yang akan dikembangkan di sini berbasis pada pariwisata alam atau ecotourism. Sementara itu, kawasan Cimanggis lebih pada pusat ekonomi berbasis industri kreatif.

"Kami mengembangkannya dengan bertopang pada keunggulan sumber daya manusia yang banyak menghasilkan ide, gagasan, dan karya kreatif. Maka, kami membuka peluang luas bagi investor yang ingin membangun idnustri kreatif di wilayah Cimanggis. Sejauh ini, kami sudah menerima komitmen investasi dari Grup Mahaka yang akan mengembangkan studio alam," tandas Nurmahmudi.

Dengan dibukanya keenam pusat pertumbuhan ekonomi baru tersebut, Nurmahmudi berharap, pembangunan tersebar merata, Pendapatan Asli Daerah Kota Depok meningkat, dan pada gilirannya masyarakat menikmati pembangunan dalam level hidup yang sejahtera.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.