Kompas.com - 12/10/2013, 12:35 WIB
Jalur Margonda antara Margo City dan Depok Town Square, sekitar tengah hari Sabtu (21/9/2013). Tabitha/C22Jalur Margonda antara Margo City dan Depok Town Square, sekitar tengah hari Sabtu (21/9/2013).
|
EditorHilda B Alexander
DEPOK, KOMPAS.com - Depok adalah Margonda, dan Margonda identik dengan Depok. Koridor satu ini memang mengalami perkembangan sangat pesat. Pembangunan fisik segala jenis properti tumbuh di sini. Mulai dari apartemen, pusat belanja, ruko, rukan dan lain sebagainya. 

Namun, sayangnya, pembangunan fisik properti tersebut tidak dilakukan secara proporsional. Alih-alih tertata dengan baik, malah mencuatkan kesan sporadis. Hal ini dikeluhkan sejumlah warga masyarakat yang diwawancarai Kompas.com, bulan September 2013 lalu. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Rencana pembangunan (RT\RW) di Depok tidak terarah, sepertinya tak punya konsep yang jelas. Semua pembangunan hanya pada satu titik saja, terpusat di Margonda. Sehingga kemacetan terpusat di sini," tutur P Anggoro (37), warga Depok.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Depok, Nurmahmudi Ismail, menjelaskan, koridor Margonda dan sekitarnya, memang dirancang sebagai pusat bisnis dan perdagangan Kota Depok. Jadi, segala hal yang terkait dengan kegiatan komersial, dikonsentrasikan di koridor ini.

"Margonda kami dedikasikan sebagai pusat aktivitas bisnis, komersial dan perdagangan. Jadi, keberadaan pusat belanja, apartemen dan ruko-ruko tersebut sudah sesuai dengan peruntukannya," jelas Nurmahmudi kepada Kompas.com, Kamis (10/10/2013). 

Masih menurut Nurmahmudi, kesan semrawut dan tidak tertata memang tak bisa dihindari. Karena, pembangunan dan perbaikan belum selesai dilakukan. Pihaknya memiliki rencana untuk menyediakan jalur pedestrian (trotoar), ruang terbuka hijau, dan sarana yang bisa diakses publik dengan mudah dan murah.

"Kami sudah memiliki rancangannya. Tinggal kami realisasikan. Namun, kan butuh waktu yang cukup, belum lagi masalah pembebasan lahan untuk jalur pedestrian dan ruang terbuka hijaunya. Kami akan melakukan itu secara bertahap," jelas Nurmahmudi.

Untuk diketahui, di jalur Margonda terdapat lima pusat belanja dalam interval berdekatan. Kelimanya adalah Margo City Square, Depok Town Square, Depok Mal, Plaza Depok dan ITC Depok. Selain itu terdapat sejumlah apartemen, baik yang sudah dihuni maupun sedang dalam tahap konstruksi, yakni Park View di dalam kawasan Depok Town Square, Margonda Residence, Taman Melati Margonda, dan Grand Taman Melati Margonda. 

Proyek-proyek tersebut dikembangkan oleh Lippo Karawaci, Adhi Persada Properti dan Grup Cempaka.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.