Kompas.com - 09/10/2013, 11:46 WIB
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
KOMPAS.com — Jika ketersediaan hunian hampir tidak ada, sementara harga tanah dan hunian di DKI Jakarta juga sudah tidak terkejar oleh para pekerja, masih ada pilihan lain. Ibu Kota semakin "dikepung" oleh berbagai daerah penyangga di segala sisi.

Semua sisi, mulai barat, selatan, dan sisis timur memiliki kota-kota mandiri yang tengah berkembang. Sebut saja Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Serpong, dan beberapa daerah lain yang masih terintegrasi dengan sistem komuter DKI Jakarta di sisi barat kota ini.

Para pekerja dapat dengan mudah tiba di Jakarta setiap pagi dan kembali ke rumah pada malam hari. Kemudian, masih ada sisi selatan dan timur Jakarta. Depok dan Bogor di selatan juga bisa terhubung dengan mudah ke Jakarta. Di sisi timur, mungkin saat ini sarana transportasi massalnya belum semudah Depok dan Bogor. Namun, infrastruktur berupa jalan tol dan juga kendaraan umum pun sudah tersedia menuju daerah-daerah seperti Cibubur dan Bekasi.

Pertanyaannya, seberapa banyak jumlah ketersediaan hunian di daerah-daerah penyangga tersebut dan berapa harganya? Berdasarkan pengamatan Kompas.com pada pameran properti di Jakarta Convention Center yang digelar Realestat Indonesia (REI) dan Bank Negara Indonesia (BNI), setidaknya pertanyaan itu sedikit bisa terjawab.

Harga rumah tapak di kawasan Cilegon, Banten, misalnya, sudah sekitar Rp 350 juta hingga sekitar Rp 1 miliar. Ini khususnya untuk rumah-rumah yang ditawarkan oleh PT Perdana Gapuraprima Tbk (Gapuraprima Group) dalam Metro Cilegon.

Menurut data yang diterima Kompas.com dalam pameran REI Ekspo 2013 itu, harga-harga yang ditawarkan di Metro Cilegon cukup bervariasi, mengikuti ukuran rumah, tanah, dan lokasinya dalam kompleks. Metro Cilegon menawarkan rumah dari ukuran 36/72 hingga 36/166 untuk tipe Cemara dengan harga Rp 359.439.840 hingga Rp 618.680.320. Kemudian, untuk tipe Anggrek, Metro Cilegon menyediakan tiga pilihan, yaitu 55/159, 55/160, dan 55/220 dengan harga mulai Rp 660.961.000 hingga Rp 825.606.000.

Metro Cilegon juga menawarkan rumah tipe Mawar dengan ukuran mulai 45/149 hingga 45/385 dengan harga mulai Rp 610.767.000 sampai Rp 1.134.909. Ada pula tipe New Ravena dan New Vivaldi. New Ravena tersedia mulai ukuran 38/84 hingga 38/141 seharga Rp 419.323.000 sampai Rp 545.916.000. New Vivaldi tersedia dalam ukuran 45/252 dengan harga Rp 847.519.000.

Bergeser ke daerah yang "lebih muda", yaitu kawasan Tangerang Selatan, kisaran harga relatif lebih tinggi dari kawasan Cilegon. Perumahan Bukit Dago Terrace yang dibangun oleh PT Dituka Rahardja di Jalan Raya Arteri BSD-Parung berkisar antara Rp 400.170.000 (untuk tipe 75/78) dan Rp 729.155.000 (untuk tipe 90/197).

Harga lebih tinggi bahkan sudah dipatok oleh BSD City, khususnya di area The Eminent. Harga jual rumah tapak di lokasi ini sudah dimulai pada angka lebih dari Rp 1 miliar. Tepatnya, rumah standar berukuran 92/119 punya harga jual tunai keras mencapai Rp 1.735.547.000.

Harga tertinggi yang ditawarkan untuk kategori serupa di lokasi itu adalah Rp 2.396.928.000 untuk ukuran 125/162. Sementara itu, untuk Cluster Sheffield, harga rumah tertinggi sudah mencapai Rp 6.051.414.000 bagi ukuran 275/300. Di kluster tersebut, harga rumah antara Rp 2,9 miliar dan Rp 6 miliar.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.