Target Transaksi REI Ekspo 2013, Rp 1,5 Triliun!

Kompas.com - 05/10/2013, 18:07 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Pameran properti tetap berlanjut meski dibayangi pro dan kontra terkait aturan Bank Indonesia (BI) mengenai KPR Inden dan kenaikan uang muka, serta kondisi ekonomi Indonesia yang kian melemah.

Bahkan, dalam pembukaan REI Ekspo 2013 ke 26, yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (5/10/2013), diikuti oleh lebih banyak peserta. Sebanyak 141 pengembang memamerkan proyek mereka di 210 lokasi berbeda di dalam dan luar Pulau Jawa. Sementara tahun lalu hanya 120 pengembang.

Direktur Debindo Group, Effi Setiabudi, menyatakan optimismenya terkait dengan nilai transaksi yang akan dibukukan dalam pameran kali ini. Sebelumnya jumlah transaksi yang tercatat senilai Rp 1,41 triliun. Tahun ini ditargetkan sebanyak Rp 1,5 triliun.

"Kami optimis, terlebih pembukaan hari pertama ini pengunjung yang datang sangat banyak," imbuh Effi.

Hal ini dikuatkan Vice President Consumer Landing Banking BNI Indrastomo Nugroho. Menurutnya, kemacetan terjadi di pintu masuk utama dan pintu alternatif. Ini artinya peminat dan calon konsumen properti tak terpengaruh kondisi makro ekonomi.

REI Ekspo 2013 akan diadakan selama sembilan hari mulai hari ini (5/10/2013) hingga 13 Oktober mendatang. Masyarakat, bisa mencari properti incarannya di Jabodetabek dan beberapa kota besar lain di Indonesia selama pameran berlangsung. Mulai dari rumah-rumah tapak hingga apartemen dan kondominium serta trade center pun ditawarkan. Harga hunian yang ditawarkan di pameran ini berkisar antara Rp 200 juta hingga Rp 5 miliar.

Satu di antara peserta pameran adalah kelompok usaha Sinarmas Land. Mereka memasarkan seluruh portofolionya yang berada di kawasan Jadebotabek. "Dalam pameran kali ini, ada target penjualan khusus yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan Sinarmas Land," ujar Ishak Chandra, Managing Director Corporate Strategy and Services Sinarmas Land.

Pengembang lainnya adalah Kurnia Realty Jaya yang menawarkan Benhil Central. Proyek ini merupakan pengembangan multifungsi yang mencakup apartemen, hotel bintang lima dan empat dengan merek Indigo dan Holiday Inn, perkantoran dan trade center.

Menurut Marketing Manager Benhil Residence, Andreas Tjong, Kurnia Realty Jaya yang terdiri atas beberapa pengembang, bekerjasama dengan Pemda DKI Jakarta. Skema kerjasama adalah bangun-guna-serah (built-operate-transfer/BOT) selama 20 tahun.

"Kami yakin dapat mendulang penjualan. Pengunjung yang datang ke stan kami tertarik dengan kios dan apartemennya. Mereka tetap melakukan transaksi meski BI menaikkan uang muka," ujar Andreas.

Animo masyarakat pada hari pembukaan ini pun terbilang luar biasa, meski Effi belum bisa memberikan data pengunjung dan jumlah transaksi hari ini, namun dia menyatakan bahwa sudah ada transaksi properti di hari ini.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X