Menara Danamon, Kantor "Green Building" Berbiaya Rp 527 Miliar!

Kompas.com - 01/10/2013, 19:21 WIB
Danamon, Selasa (1/10/2013) mengumumkan pembangunan gedung kantor pusat baru Menara Danamon di kawasan Kuningan, Jakarta. Tampak desain arsitektur gedung yang diperkirakan akan selesai pada pertengahan 2015 dengan total biaya Rp 527 miliar. Dok DanamonDanamon, Selasa (1/10/2013) mengumumkan pembangunan gedung kantor pusat baru Menara Danamon di kawasan Kuningan, Jakarta. Tampak desain arsitektur gedung yang diperkirakan akan selesai pada pertengahan 2015 dengan total biaya Rp 527 miliar.
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Danamon Indonesia, Tbk bersiap melaksanakan proyek pembangunan kantor pusatnya yang menggunakan konsep green building melalui implementasi fitur-fitur ramah lingkungan dan hemat energi. Pembangunan gedung kantor tersebut diperkirakan selesai pada pertengahan 2015 dengan total biaya Rp 527 miliar.

Vera Eve Lim, Chief Financial Officer dan Direktur Danamon mengatakan, dengan dibangunnya gedung Menara Danamon sebagai kantor pusat yang baru, maka sewa gedung di Jakarta akan berkurang, dari sebelumnya sebanyak 5 gedung menjadi maksimal 2 gedung saja. Di atas lahan seluas 4.100 meter persegi di kawasan Kuningan, luas ruang perkantoran ini sebesar 24.000 m2.

"Dengan demikian, hal ini mengurangi ketergantungan Danamon terhadap kebutuhan sewa kantor sehingga lebih efisien dalam segi pengeluaran operasional," ujar Vera dalam siaran pers rencana pembangunan kantor tersebut di Jakarta, Selasa (1/10/2013).

Nantinya, Vera menjanjikan, gedung baru tersebut akan menghadirkan fasilitas kantor terkini dan fitur-fitur ramah lingkungan guna menunjang kegiatan usaha dan operasional bank secara berkesinambungan. Menara ini akan terdiri dari 21 lantai ditambah 5 lantai basement untuk lahan parkir dan fasilitas infrastruktur.

Untuk proyek ini, Menara Danamon menunjuk PT Total Bangun Persada sebagai kontraktor utama dengan cakupan kerja meliputi basement dan upper structure. Adapun konsep bangunan hijau tersebut akan dibangun melalui implementasi fitur-fitur ramah lingkungan dan hemat energi, antara  lain menggunakan material ramah lingkungan seperti kaca rangkap rendah emisi (Low E Double Glazing). 

"Berfungsi meredam panas sinar matahari sehingga penggunaan sistem pendingin udara dan lampu penerangan lebih hemat energi," kata Direktur Total Bangun Persada, Handoyo Rusli.

Selain itu, gedung perkantoran ini juga akan dilengkapi dengan pengolahan ulang limbah air (Waste Water Treatment Plant), lampu hemat energi, dan fasilitas parkir sepeda serta ruang hijau yang luas, termasuk dua sky garden atau taman di atap gedung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.