Kompas.com - 07/09/2013, 16:39 WIB
Ironis, karya ini bernasib buruk pasca menerima penghargaan sebagai karya terbaik sebagai Design Museum's Product of the Year dari Museum Desain London. www.dezeen.comIronis, karya ini bernasib buruk pasca menerima penghargaan sebagai karya terbaik sebagai Design Museum's Product of the Year dari Museum Desain London.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Tidak selamanya karya desain yang dinilai terbaik dan inovatif peraih penghargaan, bernasib baik. Bahkan sebaliknya, tak jarang justru hanya menjadi karya yang dibuang ke tong sampah begitu saja. Kisah Kit Yamoyo, bisa menjadi cermin bahwa menjadi terbaik dan inovatif harus juga membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.

Kit Yamoyo memenangkan penghargaan Design Museum's Product of the Year dari Museum Desain London, April tahun 2013. Kit Yamoyo merupakan perangkat yang berfungsi mendistribusikan obat-obatan dengan cara disempilkan dalam krat botol Coca-Cola di lokasi-lokasi terpencil negara dunia ketiga.

Seharusnya, Kit Yamoyo menjadi solusi berharga yang mempermudah distribusi obat-obatan. Sayangnya, sama seperti berbagai desain berharga namun tidak ramah industri dan komersial, proyek ini berhenti begitu saja.

 
Simon Berry, pendiri lembaga derma ColaLife dan otak di balik Kit Yamoyo mengakui bahwa sistem pendistribusian obat yang "menumpang" pada krat Coca-Cola tidak berjalan seperti rencana. Berry bahkan kini sudah sibuk dengan proyek lain. Dia tengah berfokus dalam program yang disebut dengan "value chain" untuk memberikan insentif pada distributor dan penjual ritel di seluruh Afrika.
 
"Paket tersebut, menumpang di dalam krat Coca-Cola membuat semua orang senang, namun dengan cepat menjadi metafora atas apa yang kami lakukan," ujar Berry.
 
Dalam wawancaranya bersama Peter Day dari BBC Radio 4, Berry mengakui bahwa perangkat obat-obatan tersebut tidak lagi didistribusikan di dalam krat botol Coca-Cola. Pada akhirnya, jarang sekali ada paket obat yang ditaruh di dalam krat.

Sebaliknya, yang berjalan dengan baik adalah meniru teknis bisnis Coca-Cola, yaitu menciptakan produk yang diinginkan, menjualnya besar-besaran, kemudian menaruh produk dalam sistem distribusi dengan harga tertentu, jadi semua orang bisa mengambil keuntungan. Jika ada permintaan dan penjual ritel bisa mendapatkan keuntungan, maka mereka akan melakukan apa pun untuk memenuhi permintaan tersebut.

 
Menanggapi hal ini, Peter Day berkomentar, bahwa hal tersebut bisa dianggap sebagai penipuan.  "Berry mendapatkan penghargaan desain tahun ini, sangat cerdik, sangat cerdas, karena perangkat obatnya ditempatkan di antara botol. Dia telah meninggalkan distribusi dengan krat botol sekarang, menjadi bentuk pak yang sangat konvensional. Dia tidak ada hubungannya dengan minuman bersoda tersebut sekarang. Dengan kata lain, desainnya hampir insidentil," ujar Peter.
 
Berry menjawab bahwa "menumpang" distribusi Coca-Cola tidak berarti harafiah dan yang terjadi justru sebaliknya. Berry menilai bahwa menaruh paket obat dalam krat bukanlah kunci inovasinya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.