Kompas.com - 30/08/2013, 16:54 WIB
|
EditorHilda B Alexander

Tapi, lanjut Gary, Indonesia bisa terjerembab lebih cepat dari prediksi awal jika bank sentral dipaksa untuk menaikkan suku bunga lebih signifikan, yang akan membantu menarik investasi luar negeri dan menstabilkan Rupiah.

Untungnya,  Dugan tidak melihat pengulangan 1997, ketika bank sentral Asia mempertahankan  mata uang mereka ke titik terendah yang menyebabkan resesi besar. Kali ini bank sentral justru tidak mempertahankan mata uang mereka. Negara-negara Asia juga memiliki jumlah utang yang jauh lebih rendah dari kreditor asing dibandingkan dengan tahun 1997. Saat itu, utang mereka meroket dalam dollar AS, sementara mata uang Asia terpuruk.

Sementara, lembaga pemeringkat Standard & Poor (S&P) menyebut Indonesia adalah satu-satunya pasar properti di Asia Tenggara dengan pertumbuhan positif. Pasar akan mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, suku bunga KPR rendah, peningkatan pendapatan rumah tangga dan migrasi urban yang terus berkembang.

"Perbaikan infrastruktur cenderung memacu pengembangan properti, sedangkan penjualan kondominium dan properti lainnya telah terbukti tangguh," ujar Christopher Lee dan Bei Fu.

Tingkat penjualan ini, menurut  S&P, akan berlanjut hingga akhir 2013 setelah laju pertumbuhan yang cepat selama 12 bulan. Pengembang properti akan menemukan 2013 merupakan tahun yang baik.

Namun begitu, mereka akan semakin menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan pertumbuhan melalui aksi disiplin keuangan. Ini lantaran meroketnya harga tanah akan membuat keadaan lebih sulit untuk mempertahankan sekaligus memperluas bank tanah yang sehat, serta realisasi pembangunan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.