Kompas.com - 28/08/2013, 17:49 WIB
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (DPP Apersi) Eddy Ganefo berharap pemerintah bisa memberikan solusi untuk pengembang perumahan bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Solusi tersebut dibutuhkan untuk mengatasi persoalan mahalnya harga-harga terkait situasi ekonomi nasional akibat kenaikan BBM dan depresiasi Rupiah terhadap Dolar AS.

"Misalnya, bentuk-bentuk subsidi yang lebih besar agar rumah yang kami jual ini masih bisa terjangkau oleh mereka (MBR). Selama ini kan yang disubsidi itu berupa PPN, kemudian PPH hanya bayar 1 persen, itu subsidi dari Dirjen Pajak. Kemudian dari Kemenpera kami dapat bunga murah sebanyak 7,25 persen," ujar Eddy.

"Selain itu, pengembang yang memenuhi syarat mendapatkan PSU berkisar Rp 4 jutaan per unit.
Saat ini, kami harapkan adalah tambahan subsidi subsidi uang muka," tambahnya.

Eddy beralasan, masyarakat Indonesia saat ini belum disiplin menabung untuk kebutuhan uang muka rumah. Apabila bisa diberikan subsidi oleh pemerintah, ia menjamin, semakin banyak MBR
bisa memiliki rumah dan persoalan backlog perumahan nasional semakin teratasi.

"Banyak sekali MBR bisa mencicil, tapi tidak bisa membayar uang muka, sementara bank sendiri
belum bisa memberikan KPR tanpa uang muka walaupun di aturan Permenpera itu dibolehkan tanpa uang muka untuk pemohon KPR FLPP. Masalahnya, bank pemberi KPR tidak keberatan," kata Eddy. 

Ia berharap, permintaan Apersi supaya subsidi uang muka KPR FLPP ini diwujudkan. Hal ini dibutuhkan untuk menambah subsidi bagi MBR menghadapi kenaikan harga rumah.

"Sejauh ini kami masih menunggu usulan kami soal kenaikan harga rumah subsidi dari pemerintah. Seandainya kenaikan ini tidak juga digolkan, kami khawatir, pengembang akan beralih ke perumahan komersil," kata Eddy. 

"Namanya pengusaha, tak mungkin kami akan membangun rumah dengan rugi. Kami berharap ada marjin walaupun kecil. Nah, kalau teman-teman sudah beralih ke produk-produk komersil, siapa lagi yang akan membangun rumah bersubsidi?" katanya.

Seperti dikatakan sebelumnya, menurut Eddy, bukan hanya pengembang properti menengah atas yang harus realistis menyikapi fenomena depresiasi Rupiah terhadap Dolar AS saat ini. Sebagai pengembang rumah murah bersubsidi, para pengembang Apersi juga "dihantam" mahalnya harga-harga material.

"Kita sudah terasa sekali soal naiknya harga material. Tapi, menurut saya, ini baru karena imbas kenaikan BBM, belum dipengaruhi kenaikan Dolar, mungkin sebentar lagi," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

LPA 2022 Digelar, Lamudi Mencari Proyek Favorit Pencari Rumah

LPA 2022 Digelar, Lamudi Mencari Proyek Favorit Pencari Rumah

Berita
Berapa Jumlah Warna Cat Rumah Bagian Dalam yang Bisa Diaplikasikan Pada Satu Ruangan?

Berapa Jumlah Warna Cat Rumah Bagian Dalam yang Bisa Diaplikasikan Pada Satu Ruangan?

Tips
Serah Terima Unit 'Menggantung', Sejumlah Pembeli Apartemen Meikarta Tuntut Uang Kembali

Serah Terima Unit "Menggantung", Sejumlah Pembeli Apartemen Meikarta Tuntut Uang Kembali

Berita
Salah Satu Direktur Jadi Tersangka Korupsi, Ini Respon Waskita

Salah Satu Direktur Jadi Tersangka Korupsi, Ini Respon Waskita

Berita
Strategi Hadi Tjahjanto Selesaikan Persoalan Tanah Eks-transmigrasi

Strategi Hadi Tjahjanto Selesaikan Persoalan Tanah Eks-transmigrasi

Berita
Basuki Pastikan Investor Bisa Masuk ke IKN Mulai Kuartal II-2023

Basuki Pastikan Investor Bisa Masuk ke IKN Mulai Kuartal II-2023

Berita
Pemerintah Targetkan Backlog Rumah 0 Persen Tahun 2045, Grand Design Terbit Sebelum Natal

Pemerintah Targetkan Backlog Rumah 0 Persen Tahun 2045, Grand Design Terbit Sebelum Natal

Berita
Apakah Warna Cat Rumah Bagian Dalam Harus Selalu Sama di Tiap Ruangan?

Apakah Warna Cat Rumah Bagian Dalam Harus Selalu Sama di Tiap Ruangan?

Tips
RSUD Sayang Direnovasi akibat Gempa Cianjur, Dua Ruang Inap Beres Akhir 2022

RSUD Sayang Direnovasi akibat Gempa Cianjur, Dua Ruang Inap Beres Akhir 2022

Berita
10 Ruas Tol Siap Dilintasi Saat Natal dan Tahun Baru, Ini Daftarnya

10 Ruas Tol Siap Dilintasi Saat Natal dan Tahun Baru, Ini Daftarnya

Berita
600.000 Hektar Tanah Eks-transmigrasi di Tanah Laut Bakal Dilegalisasi

600.000 Hektar Tanah Eks-transmigrasi di Tanah Laut Bakal Dilegalisasi

Berita
Sukses Gaet Investor, Desa di Gresik Ini Bangun Sports Center Rp 7 Miliar

Sukses Gaet Investor, Desa di Gresik Ini Bangun Sports Center Rp 7 Miliar

Fasilitas
Bisa Ditiru Pemda Lainnya, Hibah APBD Percepat Pendaftaran Tanah

Bisa Ditiru Pemda Lainnya, Hibah APBD Percepat Pendaftaran Tanah

Berita
Quay Quarter Tower Dinobatkan sebagai Gedung Terbaik Tahun 2022

Quay Quarter Tower Dinobatkan sebagai Gedung Terbaik Tahun 2022

Arsitektur
KA Datuk Belambangan Diluncurkan, Tarif Hanya Rp 5.000

KA Datuk Belambangan Diluncurkan, Tarif Hanya Rp 5.000

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.