Dijual, Rumah Bekas Gudang Peluru Kendali Rp 30 Miliar!

Kompas.com - 25/07/2013, 17:55 WIB
Rumah ini secara administratif masuk wilayah negara bagian New York, Amerika Serikat. Namun, berada di area pinggiran yang jauh dari hingar bingar lalu lintas dan penduduk kota. www.nydailynews.comRumah ini secara administratif masuk wilayah negara bagian New York, Amerika Serikat. Namun, berada di area pinggiran yang jauh dari hingar bingar lalu lintas dan penduduk kota.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander

www.nydailynews.com Rumah di Adirondack Park ini memiliki sejarah panjang yang jauh dari ketenangan. Properti ini semula merupakan fasilitas penyimpanan misil dari zaman Perang Dingin.

www.nydailynews.com Setelah dipugar dan direnovasi seluruhnya, hunian bernama

www.nydailynews.com Bruce James Franscio dan partner-nya Gregory Gibbons, menjual rumah ini seharga 30 juta dollar AS.
KOMPAS.com - Rumah ini secara administratif masuk wilayah negara bagian New York, Amerika Serikat. Namun, lokasinya di pinggiran, di Adirondack State Park, jauh dari hingar-bingar "Big Apple" yang penuh mobil, bunyi klakson, dan penduduk kota.

Dari sini, siapa pun dapat membayangkan betapa rumah tersebut potensial menjadi tempat peristirahatan. Tapi tunggu dulu, rumah di Adirondack Park tersebut memiliki sejarah panjang yang jauh dari ketenangan. Properti ini semula merupakan fasilitas penyimpanan misil dari zaman Perang Dingin.

Selain anggota militer, sepertinya tidak banyak orang yang rela menghabiskan hari-harinya bersama peluru kendali. Mungkin Anda harus melihat rumah ini dahulu, sebelum memutuskan untuk tidak "berbagi rumah" dengan peluru kendali. Lagipula, Anda tidak benar-benar "berbagi rumah" dengan senjata pemusnah masal tersebut.

Kedua pengembang rumah ini, Bruce James Franscio dan partner-nya Gregory Gibbons, membeli properti tersebut pada 1990. Tentu saja, sebelum merenovasi, mereka telah menyingkirkannya dan menjadikan rumah ini tempat tinggal ideal. Ketika itu, bagian pondasi dan tempat penyimpanan peluru kendali di lantai bawah tanah sudah terendam air selama 30 tahun. Perlu pemugaran dan renovasi besar-besaran untuk mengembalikan rumah ini pada kondisi prima.

Hasil kerja mereka membuahkan hasil. Kini, hunian tersebut memiliki jalur penerbangan dan pendaratan jet pribadi, sebuah hangar, dan rumah utama berukuran besar. Untuk semua fasilitas tersebut, keduanya sepakat membanderolnya seharga 30 juta dollar AS atau setara dengan Rp 307 miliar.

Dari luar, rumah ini tampak seperti rumah pada umumnya. Segalanya jadi jauh berbeda di dalam rumah. Bruce, yang sempat bekerja sebagai pilot, mengatakan rasanya tak begitu menyenangkan ketika mengajak tamu ke lantai bawah tanah seraya menekan tombol dengan kode tertentu dan memasuki lorong sepanjang 50 kaki tempat misil tersebut berada.

Akan tetapi, segalanya berubah. Bruce melontarkan pemikiran bahwa ada banyak kemungkinan peruntukkan bagi "Silohome" tersebut. Mulai dari tempat tinggal, hingga tempat kebutuhan komunal. Menurutnya, rumah tersebut sangat ideal karena aktivitas dalam dan luar ruang dapat dilakukan dengan bebas di sini.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.