Belajar dari Nusajaya soal Kota Pendukung

Kompas.com - 27/05/2013, 03:26 WIB
Editor

Selagi Pemerintah Kota dan Kabupaten Tangerang memperebutkan Bandara Soekarno-Hatta untuk memperoleh bagian pajak, Malaysia justru membangun Kota Nusajaya untuk mendukung ekonomi Singapura. Akhir 2012, 1 juta turis melancong ke Kota Nusajaya yang dibangun 7 tahun silam di lahan bekas perkebunan sawit.

Bisa jadi membandingkan Tangerang dan Malaysia tidak setara. Namun, secara geografis dan sosial ekonomi keduanya memiliki peranan yang sama. Tangerang dan Malaysia sama-sama kawasan pendukung pusat perekonomian, yakni Tangerang untuk Jakarta dan Malaysia untuk Singapura.

Pada hari kerja, ribuan orang Malaysia di Johor Bahru melaju untuk bekerja ke Singapura. Pada sore hari mereka kembali ke Malaysia dengan menyeberangi jembatan yang telah dibangun di antara kedua negara itu sejak 1990. Kondisi serupa ditemukan pada Tangerang dan Jakarta.

Bersama Singapura, Pemerintah Kerajaan Malaysia membuat nota kesepahaman membangun Kota Nusajaya. Tanpa merasa rendah diri, Pemerintahan Kerajaan Malaysia membaca kemajuan Singapura sebagai peluang pengembangan ekonomi di semenanjung Malaysia. Mereka membangun kota baru, Kota Nusajaya.

Di atas lahan bekas perkebunan sawit seluas 24.000 acre atau sekitar 9.700 hektar, Kota Nusajaya dibangun pada 2006. Kota itu merupakan bagian kawasan ekonomi khusus Iskandar Malaysia atau Iskandar Regional Development Authority (IRDA), berada di Negara Bagian Johor. Letaknya di sebelah barat kota Johor Bahru, tepat di seberang utara Singapura. Hanya butuh waktu 30 menit dari Singapura dengan perjalanan darat untuk menjangkau kota itu.

Dengan penataan yang apik, semak belukar dan pepohonan kelapa sawit hadir sebagai penghijauan Kota Nusajaya yang dibangun sebagai kota yang lengkap. Tak hanya sebagai kota permukiman, tetapi kota itu juga hadir sebagai kota terintegrasi untuk pendidikan, pariwisata, industri manufaktur, industri kreatif, dan pusat Pemerintah Negara Bagian Johor.

Sekolah internasional

Setidaknya 12 lembaga pendidikan internasional berdiri di kota itu. Salah satunya Marlborough College Malaysia yang merupakan ekspansi langsung Marlborough College di Inggris.

Kepala Marlborough College Malaysia RB Pick mengatakan, pada 2007 saat pertama kali dia meninjau lokasi Nusajaya hanya kebun sawit. Namun, karena lokasinya strategis, dekat dengan pusat bisnis Singapura, dan di tengah Asia Tenggara, pihaknya memilih Nusajaya untuk ekspansi Marlborough College.

”Mulanya kami mengincar Singapura, tetapi di sana tak ada lahan. Kami lihat Nusajaya menjanjikan karena hanya 30 menit dari Singapura,” katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X