Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Cara Mengecek Sertifikat Tanah Secara Online

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengecek sertifikat tanah kini dapat dilakukan secara online tanpa perlu datang langsung ke Kantor Pertanahan (Kantah).

Fasilitas ini dihadirkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) guna mempermudah masyarakat dalam memastikan keabsahan dan kejelasan data tanah yang dimiliki.

Cek sertifikat tanah diperlukan untuk memastikan data dan lokasi bidang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Selain itu, pengecekan sertifikat tanah secara berkala juga penting untuk mengantisipasi adanya kasus sengketa lahan atau praktik penipuan yang melibatkan sertifikat palsu.

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, terdapat dua cara untuk melakukan pengecekan sertifikat tanah secara online. Pertama, melalui aplikasi Sentuh Tanahku, dan kedua lewat situs BHUMI ATR/BPN.

Berikut penjelasan lengkapnya:

Cek Sertifikat Tanah melalui Aplikasi Sentuh Tanahku

Aplikasi Sentuh Tanahku merupakan layanan digital resmi dari Kementerian ATR/BPN yang dapat diunduh melalui Google Play Store maupun App Store.

Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat mengecek sertifikat tanah baik dalam bentuk analog (fisik) maupun elektronik.

1. Sertifikat Tanah Analog (Fisik)

Berikut tahapan untuk mengecek sertifikat tanah fisik:

  • Buka aplikasi Sentuh Tanahku
  • Registrasi akun menggunakan alamat e-mail
  • Masuk dengan akun yang sudah terdaftar
  • Pilih layanan Cari Bidang
  • Klik menu Sertifikat Analog
  • Masukkan data jenis hak atas tanah, lokasi kantor pertanahan, desa atau kelurahan, dan nomor hak sertifikat
  • Klik Cari Bidang Tanah

Setelah proses tersebut, aplikasi akan menampilkan lokasi bidang tanah pada peta digital. Namun, data yang muncul tidak mencantumkan luas tanah maupun nama pemilik sertifikat.

2. Sertifikat Tanah Elektronik

Selain sertifikat fisik, kini juga tersedia sertifikat tanah elektronik yang dapat diverifikasi langsung melalui aplikasi. Berikut langkahnya:

Hasil pencarian akan menampilkan lokasi bidang tanah pada peta, sama seperti pada sertifikat fisik. Namun, aplikasi tetap tidak menampilkan data luas bidang maupun nama pemilik.

Cek Sertifikat Tanah melalui Situs BHUMI ATR/BPN

Selain aplikasi, masyarakat juga dapat melakukan pengecekan sertifikat tanah secara online melalui laman resmi BHUMI ATR/BPN. Layanan ini dapat diakses tanpa perlu instalasi aplikasi.

Berikut tahapannya:

  • Buka laman https://bhumi.atrbpn.go.id/peta
  • Klik simbol kaca pembesar bertanda plus di bagian kiri atas laman
  • Pilih menu Pencarian Bidang (NIB/HAK)
  • Masukkan nama kabupaten/kota serta desa atau kelurahan
  • Masukkan lima digit terakhir Nomor Identifikasi Bidang Tanah (NIB)
  • Klik Cari Bidang

Setelah itu, sistem akan menampilkan informasi berupa tipe hak atas tanah, luas bidang, serta peta lokasi bidang tanah. Sama seperti di aplikasi, nama pemilik sertifikat tidak ditampilkan dalam hasil pencarian.

https://properti.kompas.com/read/2025/08/19/053000021/cara-mengecek-sertifikat-tanah-secara-online

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar