Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Bidik Pembeli Rumah Pertama, Putra Soegama Tawarkan Naira Residence

Hunian ini menempati area seluas 2 hektar di Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Komisaris Putra Soegama Land, Frans Yoga Soegama mengatakan, kebutuhan hunian di Serpong masih sangat tinggi, terutama yang berasal dari first time home buyers atau pembeli rumah pertama.

Mereka ini, kata Yoga, hanya mampu mengakses rumah dengan rentang harga antara Rp 800 juta hingga Rp 1,7 miliar.

Rumah dengan kisaran harga seperti itu sudah sangat jarang ditemukan di kawasan Serpong, terutama BSD City, Gading Serpong, atau Alam Sutera.

Di ketiga kawasan tersebut, harga rumah termurah dan terkecil saja sudah menyentuh angka lebih dari Rp 2 miliar.

Kalau pun ada produk baru dengan harga Rp 1 miliaran, ukuran bangunan dan luas tanahnya jauh lebih kecil.

Untuk mengisi kekosongan ceruk inilah Putra Soegama Land melansir Naira Residence dengan konsep rumah tumbuh, yang sekaligus dapat mengakomodasi pasar pembeli rumah pertama.

"Mereka ini ingin rumah tumbuh, punya rencana masa depan berkeluarga. Dan ketika punya anak, mereka ingin menambah kamar. Jadi, kami mendesain rumah tumbuh, dengan mengalokasikan luas lahan lebih besar ketimbang bangunan," jelas Yoga menjawab Kompas.com.

Terdapat dua pilihan unit, yaitu Tipe Jade seluas 47/66 meter persegi dan Tipe Ruby (60/84 m2) yang dibandrol seharga mulai dari Rp 850 jutaan hingga Rp 1,1 miliar.

Sementara ruko ditawarkan seharga Rp1,7 miliar per unit.

Sejak pemasaran dimulai pada April 2019 lalu, rumah-rumah Naira Residence sudah terjual lebih dari 50 unit.

Menariknya, penjualan didominasi rumah seharga Rp 1,1 miliar. Para konsumen membeli dengan cara tunai keras, dan tunai bertahap 18 kali tanpa bunga.

"Target kami, aktivitas penjualan bisa rampung hingga akhir tahun 2019 dengan nilai sekitar Rp 100 miliar,” kata Yoga.

Kendati usianya belum sewindu, namun Putra Soegama Land telah membangun dan memiliki 6 portofolio yang mereka rintis sejak 2013.

Keenam portofolio tersebut tersebar di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Bogor.

Diawali dengan membangun Klaster Kencana Hill Residence, di Ciater, Serpong, Tangerang Selatan sebanyak 19 unit seharga Rp 500 jutaan.

Kemudian, pada 2015 mengembangkan Perumahan Permata Hill di Rawakalong, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Perumahan ini berdiri di atas area 3 hektar, terdiri dari 126 unit rumah dan 12 unit ruko, dengan harga jual mulai Rp 350 jutaan.

Permata Hill sudah dihuni oleh 120 Kepala Keluarga (KK) dan saat ini tengah dilakukan pengembangan tipe baru, rumah 2 lantai seharga mulai dari Rp 450 jutaan per unit.

“Selain menyediakan fasilitas children playground, dalam waktu dekat kami juga akan membangun sport club dan sarana ibadah di Permata Hills,” papar Yoga.

Selang setahun, lanjut dia, perusahaan merintis pembangunan rumah bersubsidi yang diberi nama Green Iskandar Residence, Curug Kulon, Kabupaten Tagerang.

Dalam waktu singkat, ratusan unit hunian terjual habis kepada karyawan PT Indah Kiat, Serpong.

Masih pada tahun yang sama, PT Putra Soegama Land membangun perumahan Green Chandra Residence, dengan kisaran harga mulai Rp 300 jutaan per unit. Seluruh unit di sini pun sudah terjual habis.

Selanjutnya, April 2018 lalu, mereka melakukan ekspansi Blossom Park Residence. Perumahan seluas 5 hektar ini menempati lokasi strategis, di tepi lintasan jalan utama Provinsi Banten–Jawa Barat, tepatnya di Jalan Pemuda, Kelurahan Cibinong, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Dari total 400 rumah dan ruko yang dibangun, 190 unit sudah terjual. Untuk tahap pertama ditargetkan bisa serah terima pada Desember 2019.

“Proyek kami terakhir adalah Naira Residence. Sementara untuk tahun 2020, kami akan memanfaatkan land bank di kawasan Tambun, Bekasi," ungkap Yoga.

https://properti.kompas.com/read/2019/11/02/160000021/bidik-pembeli-rumah-pertama-putra-soegama-tawarkan-naira-residence

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke