Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kemenhub Tak Akan Revisi Aturan Pembatasan Kendaraan Barang

Sesuai keputusan, pembatasan angkutan barang saat arus mudik dimulai pada H-3 atau 12 Juni 2018 hingga H-1 atau 14 Juni 2018. Sementara, pembatasan saat arus balik dilakukan pada H+6 atau 22 Juni hingga H+8 atau 24 Juni.

Adapun puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-7 atau 8 Juni dan H-2 atau 13 Juni 2018. Adapun puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+3-H+4 atau 19-20 Juni, serta H+8 atau 24 Juni 2018.

"Kalau melakukan perubahan permen (peraturan menteri) mungkin butuh waktu. Apalagi merumuskan kebijakan itu kan mengundang dari semua pelaku asosiasi. Jadi kalau semisalnya sepihak ya saya enggak enak lah," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi saat diskusi bertajuk 'Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2018' di Jakarta, Senin (4/6/2018).

Ia meyakini, bila jumlah kendaraan angkutan barang yang melintas pada saat arus mudik dan arus balik relatif menurun.

Pasalnya, pada tanggal 8 Juni, sebagian besar perusahaan jasa angkuta barang akan membagikan tunjangan hari raya (THR) ke sopir.

Pada saat yang sama, sebagian sopir diperkirakan sudah mulai cuti untuk pulang ke kampung halaman.

Namun, bila kepadatan tak bisa dihindari, ia berharap, agar aparat kepolisian yang bertugas di lapangan dapat melakukan diskresi guna melancarkan arus kendaraan.

"Saya sudah berkomunikasi dengan Korlantas Polri," kata dia.

Selain pengaturan terhadap kendaraan angkutan barang, ia berharap, agar aparat kepolisian juga membantu mengatur arus lalu lintas kendaraan pribadi masyarakat yang digunakan untuk mudik ke kampung halaman.

Terutama, bila terjadi kepadatan di dalam ruas jalan tol.

"Teman-teman kepolisian akan mengarahkan untuk ke jalan arteri biasa. Tapi dilihat dari kepadatannya," ujarnya.

https://properti.kompas.com/read/2018/06/04/150000721/kemenhub-tak-akan-revisi-aturan-pembatasan-kendaraan-barang-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke