Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Satu Lagi, Broker Asing Tancapkan Bendera di Indonesia

Menurut Executive Vice President Global Operation Leading Real Estate Chris Dietz, kehadiran mereka di Indonesia karena negara ini punya potensi sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia bareng China, dan India.

"Terlebih pertumbuhan kelas menengahnya luar biasa pesat dengan daya beli yang tak kalah tinggi dibanding negara-negara lainnya. Karena itu kami memutsukan untuk hadir di Indonesia," kata Chris menjawab Kompas.com, di Jakarta, Selasa (17/4/2018). 

Mengutip rist PriceWaterhouse Cooper (PwC), Chris mengatakan, Indonesia mencatat kinerja industri nasional dan dukungan jumlah penduduk usia produktif pada 2020-2030, sehingga bisa menjadi lima besar ekonomi terkuat dunia.

Untuk diketahui, PwC sebagai salah satu penyedia jasa auditor besar dunia menerbitkan hasil riset yang menyebutkan posisi ekonomi Indonesia bakal menempati peringkat kelima dunia pada 2030 dengan estimasi nilai Produk Domestik Bruto ( PDB) sebesar 5,424 miliar dollar Amerika Serikat (AS).

Sementara itu, pada 2050 nanti, peringkat ekonomi Indonesia diperkirakan naik ke tempat keempat dengan perkiraan nilai PDB mencapai 10,502 miliar dollar.

Riset PwC itu menyebutkan bahwa Indonesia merupakan big emerging market lantaran negara dengan perekonomian terkuat se-Asia Tenggara.

"Karena itulah kami masuk pasar Indonesia. Tidak ada kata terlambat. Meskipun saat ini tengah terjadi pelehaman ekonomi, namun kita mengenal siklus bisnis. Nantinya akan meningkat lagi," tutur Chris.

Dia menambahkan, Leading Real Estate beroperasi di Indonesia dengan menggandeng KR Property. Tidak seperti perusahaan broker properti lainnya, Chris mengklaim perbedaan terletak pada investasi di sektor teknologi.

"Kami berbasis teknologi, manajemen transaksi yang transparan, pelatihan profesionalisme, etika bisnis, serta jaringan internasional," sebut Chris.

Sementara itu Executive Director KR Property Alvin Alexander menuturkan, kerja sama dengan Leading Real Estate merupakan pencapaian positif. Pasalnya, perusahaan broker yang berbasis di Amerika Serikat itu merupakan salah satu terbesar di dunia.

"Kami bergabung sebagai perusahaan afiliasi. Hanya membayar membership fee yang tidak bisa kami sebutkan. Ilustrasinya, dari 100 persen nilai transaksi, 8 persen dipangkas untuk supporting fee, 98 persen lainnya dibagi menjadi 80 persen untuk agen, dan 20 persen untuk KR Property dan Leading," jelas Alvin.

Dengan menggandeng bendera asing, Alvin optimistis target transaksi penjualan sethaun pertama senilai Rp 10 triliun dari 40 kantor agen KR Property dapat tercapai.

https://properti.kompas.com/read/2018/04/17/192659021/satu-lagi-broker-asing-tancapkan-bendera-di-indonesia

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke