Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kunjungan Turis Anjlok karena Corona, Bali Harus Manfaatkan Cara Lain

Kompas.com, 12 Maret 2020, 17:00 WIB
Rosiana Haryanti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kasus corona (covid-19) telah memengaruhi sektor pariwisata di seluruh dunia, tak terkecuali Bali.

Menurut riset Savills Indonesia, pariwisata Bali yang tumbuh 10,2 persen dalam kurun 2009-2019 akan mengalami penurunan karena wabah corona.

Hal ini menyusul larangan Pemerintah terhadap penerbangan dari China masuk ke Indonesia. Padahal, kontribusi kunjungan turis Negeri Tirai Bambu itu teramsuk terbesar bersama Australia.

Sejak 2017 China merupakan pasar utama untuk Bali dengan porsi mencapai 20 persen dari total jumlah wisatawan. Bahkan, pada 2018 kedatangan turis China ke Bali mencapai puncaknya.

Baca juga: Bisnis Hotel Bali Hadapi Tantangan Berat, Sampah dan Lingkungan

Dinas Pariwisata Bali mengatakan, pelarangan penerbangan ini mengakibatkan potensi kerugian sebesar Rp 1 triliun per bulan terhitung sejak Maret 2020.

Savills Indonesia mencatat, kedatangan turis China membuat laju pertumbuhan majemuk tahunan atau compound annual growth rate (CAGR) sepanjang 2010-2018 sebesar 27,4 persen, meskipun menunjukkan penurunan sebesar 13 persen pada 2019.

Selama delapan tahun terakhir, kunjungan wisatawan China berdampak positif pada pertumbuhan hunian hotel di Bali.

Namun ini tidak terjadi pada pada pertumbuhan tarif rerata harian atau average daily rate (ADR).

Bali Hotel Association melaporkan, rerata lama menginap wisatawan China adalah empat hingga lima hari.

Sementara turis Australia, Amerika, dan Eropa rerata mengunap selama dua minggu hingga empat minggu.

Oleh karenanya, wisatawan Australia, Amerika, dan Eropa lebih memberikan kontribusi pada ekonomi di sektor pariwisata Bali.

Hal ini menunjukkan, pariwisata Bali berpeluang untuk kembali dan menargetkan wisatawan dari tempat lain.

Selain itu, Bali juga bisa lebih fokus dalam kekuatan belanja dibandingkan dengan volume pengunjung.

Dengan mendiversifikasi sumber-sumber perjalanannya, Bali pada akhirnya akan menikmati keuntungan yang lebih tinggi begitu pariwisata melambung.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau