Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Soal Potensi Bangun MRT, Tangsel Klaim Lebih Baik dari Bekasi

Kompas.com, 19 September 2018, 15:37 WIB
Dani Prabowo,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Padatnya penglaju Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke Jakarta setiap harinya, dinilai menjadi salah satu faktor potensial bagi PT MRT Jakarta untuk memperpanjang trase mass rapid transit (MRT).

Terkait rencana perpanjangan ini sebenarnya telah dibicarakan sejak awal tahun 2018 oleh Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany dengan Dirut PT MRT Jakarta William Sabandar dan Kepala Badan Pengatur Transportasi Jabodetabek Bambang Prihartono.

Airin mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Tangsel mencapai 1,5 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, hampir 50 persen di antaranya bekerja di Jakarta.

Itu artinya, tak kurang dari 750.000 orang yang bepergian ke Jakarta setiap hari.

Baca juga: Pembangunan Trase MRT ke Tangsel Diharapkan Sebelum 2021

"Sebetulnya, ada ahli kemarin yang menyebut bangkitan di wilayah Tangerang Raya kan lebih baik dibandingkan wilayah Bekasi dan lainnya. Tapi saya enggak tau ini kita tunggu aja. Itu kan baru asumsi tapi dengan kajian kan udah data," kata Airin di Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Airin mengungkapkan, kajian pra studi kelayakan atau feasibility studies (FS) kini tengah dilakukan PT MRT Jakarta, sembari menunggu ketetapan Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) yang diterbitkan Kementerian Perhubungan.

Dari hasil kajian, Airin menambahkan, akan ditentukan dimana trase perpanjangan MRT bakal dibangun. Termasuk nilai investasi yang diperlukan untuk menggarap proyek tersebtu.

"(Besaran investasi) nanti setelah FS-nya selesai," kata dia.

Meski demikian, Airin mengusulkan, perpanjangan trase ini tak hanya sampai Tangsel saja, tetapi hingga Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Baca juga: Trase MRT Jakarta Diusulkan Sampai Bandara Soekarno-Hatta

Adapun perpanjangan trase tersebut mulai dari Lebak Bulus-Ciputat-Pamulang-Rawa Buntu-Serpong-Bandara Soeta.

Kurangi macet

Airin mengaku, ratusan ribu penglaju dari Tangsel ke Jakarta, membuat kawasan ini selalu macet hampir setiap hari dan setiap waktu.

"Mudah-mudahan dengan adanya transportasi masal ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi kemacetan dan tentunya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Tangsel," cetus Airin.

Ia pun berharap agar proses kajian itu cepat selesai, sehingga pembangunan proyek ini dapat segera dimulai.

"Kalau saya sih maunya sebelum saya selesai masa jabatan ya, sebelum 2021 itu sudah ada," tutup dia.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau