JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran Jalan Tol Kunciran-Serpong diharapkan dapat membantu kelancaran lalu lintas dan distribusi barang di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan sekitarnya.
Pembangunan tol ini dikerjakan oleh PT Marga Trans Nusantara (MTN), anak usaha dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Astra Infra Toll Road.
"Jika Jalan Tol Kunciran-Serpong sudah beroperasi, kami harapkan membantu distribusi lalu lintas dan logistik sehingga biayanya pun dapat ditekan," ujar Presiden Direktur PT MTN Truly Nawangsasi seusai penandatanganan kredit sindikasi untuk proyek tol tersebut, Jumat (20/7/2018) di Jakarta.
Dibutuhkan dana investasi Rp 4,7 triliun untuk merealisasikan proyek jalan bebas hambatan ini. Oleh karena itu, PT Marga Trans Nusantara menggandeng sejumlah bank untuk menyalurkan kredit sindikasi.
Baca juga: Tol Kunciran-Serpong Didukung Kredit Sindikasi Rp 3,3 Triliun
Ada empat bank yang bersedia menyalurkan kredit sindikasi. Empat di antaranya merupakan BUMN dan BUMD yakni BNI, BRI, Bank Mandiri, dan Bank Riau Kepri. Satu lainnya adalah swasta nasional yakni Bank Riau Kepri.
Kredit yang disalurkan senilai Rp 3,3 triliun dengan masa tenor 15 tahun.
Tol Kunciran-Serpong akan terbentang sepanjang 11,14 kilometer yang merupakan bagian dari Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2.
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan jalan tol akses Serpong - Kunciran sepanjang 11,20 km di Kawasan Parigi, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (02/02/2018). Jalan tol ini merupakan bagian dari jaringan Tol JORR 2 yang nantinya akan menghubungkan Bandara Soekarno Hatta hingga Bitung Tangerang dan diharapkan mampu memecahkan penumpukan serta kemacetan yang ada di tol dalam kota maupun tol JORR.“Kami optimistis Tol Kunciran-Serpong bisa beroperasi tepat waktu. Mudah-mudahan investasi ini bisa membantu menyelesaikannya sesuai target," ucapnya.
Mengenai pembebasan tanah, lanjutnya, sekarang sudah 96,69 persen. Sisanya akan diselesaikan pada bulan September tahun ini.
"Tanah yang tersisa tadinya bisa Mei atau Juni, karena ada sedikit masalah diharapkan selesai September nanti," imbuh Truly.
Setelah konstruksi selesai pada Januari 2019, Tol Kunciran-Serpong bisa mulai beroperasi pada Maret atau April 2019.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.