JAKARTA, KOMPAS.com - Begitu banyak obyek wisata yang bisa dilihat di sepanjang jalur pantai selatan (pansela) Jawa.
Itulah yang membuat pemerintah merekomendasikan masyarakat yang akan mudik melintasi jalan Trans-Jawa pada tahun ini agar tidak hanya menggunakan jalan tol, tetapi juga memanfaatkan jalan non-tol.
Keindahan obyek wisata itu juga bisa dinikmati saat pemudik masuk di Provinsi Jawa Tengah (Jateng).
Menurut catatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), ada empat kabupaten di Jawa Tengah di sepanjang pansela yang memiliki obyek wisata menarik.
Baca juga: Kondisi Mulus, Pemerintah Rekomendasikan Mudik Lewat Jalur Pansela
Keempat kabupaten tersebut yaitu Kabupaten Cilacap, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Wonogiri.
Masing-masing kabupaten menyuguhkan pemandangan pantai yang tidak kalah indahnya dari daerah lain. Berikut ini rinciannya:
Di Kabupaten Cilacap ada Pantai Teluk Penyu dan Pantai Nusakambangan, sedangkan di Kabupaten Kebumen terdapat Pantai Menganti dan Pantai Bopong.
Salah satu sudut pemandangan di Pantai Menganti yang berlokasi di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (20/3/2018). Imbauan pemerintah kepada para pemudik agar melintasi jalur pansela Jawa itu antara lain karena kondisi infrastruktur jalannya sudah lebih baik.
Baca juga: Di Jalur Mudik Pansela Jabar, Ada 13 Obyek Wisata Pantai yang Indah
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menuturkan, pembangunan dan perbaikan jalur tersebut dilakukan sebagai bentuk pemerataan pembangunan agar mengurangi kesenjangan dengan kawasan pantai utara (pantura) Jawa yang lebih maju.
“Ruas ini bisa menjadi jalur alternatif untuk mudik, sekaligus sebagai jalur wisata di selatan Jawa yang sangat prospektif,” ucap Basuki dalam keterangan tertulisnya, seperti dilansir Kompas.com, Minggu (1/4/2018).
Sumber dananya berasal dari Islamic Development Bank (IDB) senilai Rp 192 miliar melalui program Regional Road Development Project (RRDP).
Pembangunannya dimulai dari Oktober 2015 dan sudah diselesaikan pada akhir 2017 dengan biaya Rp 203 miliar.
Sementara untuk pemeliharaannya dikerjakan oleh kontraktor PT Hutama Karya (Persero) hingga Desember 2019.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.