Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemerintah Belum Siapkan Sanksi untuk Waskita

Kompas.com, 20 Maret 2018, 16:00 WIB
Dani Prabowo,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Waskita Karya (Persero) Tbk kembali meminta maaf atas insiden kecelakaan kerja yang terjadi pada proyek mereka.

Terbaru, sebuah besi jatuh pada proyek Rumah Susun Pasar Rumput di Jakarta yang mengakibatkan seorang perempuan meninggal dunia, Minggu (18/3/2018).

Baca juga : Kecelakaan Kerja Lagi, Waskita Dipanggil Kementerian PUPR

Belum genap sebulan, sejak bekisting pierhead proyek Tol Becakayu yang juga digarap perusahaan yang sama jatuh pada 20 Februari lalu.

Atas peristiwa itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melayangkan rekomendasi kepada Kementerian BUMN untuk menjatuhkan sanksi kepada Waskita.

Dalam rekomendasinya, Kementerian PUPR mengusulkan agar direksi Waskita dirombak akibat serangkaian kasus kecelakaan kerja yang terjadi.

Sebelum peristiwa ambruknya bekisting pierhead, enam insiden lain terjadi pada proyek yang digarap Waskita dalam enam bulan terakhir.

Lantas, untuk kasus Rusun Pasar Rumput yang memakan korban jiwa, rekomendasi sanksi apa lagi yang akan diberikan Kementerian PUPR?

“Ya nanti saya lihat laporannya dulu. Kan belum ada laporan. Makanya tadi Pak Danis ini dia anggota Komite (Keselamatan Konstruksi), Jumat (23/3/2018) akan ketemu (Waskita) lagi. Hari Jumat laporan ke saya,” tutur Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di kantornya, Selasa (20/3/2018).

Basuki menuturkan proyek Rusun Pasar Rumput merupakan proyek kerja sama antara Kementerian PUPR dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kerja sama itu dilakukan lantaran adanya program kerja dari Pemprov DKI sebelumnya.

“Kita bantu join,” kata dia.

Soal sanksi, Basuki belum bisa memastikan apakah nantinya akan memberikan sanksi lebih tegas atau tidak kepada Waskita.

Hanya, ia mengingatkan, insiden yang terjadi di Rusun Pasar Rumput berbeda dengan insiden di Tol Becakayu.

Bila sebelumnya tergolong pada kasus kecelakaan konstruksi, insiden di Rusun Pasar Rumput tergolong ke dalam kasus kecelakaan kerja.

“Jadi harus wise, kecuali itu (kecelakaan) konstruksi, ah itu udah mungkin (sanksi) lebih cepet. Ini kan kecelakaan kerja. Makanya yang mau masuk Dinas Tenaga Kerja DKI,” tuntas Basuki.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau