Penulis
JAKARTA, KompasProperti - Pasar properti sangat bergantung pada siklus tahunan. Namun selain itu, menurut konglomerat dan bos Gunung Sewu Group Husodo Angkosubroto, psikologi pasar juga mudah terpengaruh adanya sentimen tertentu yang berkembang.
"Pembelian properti itu dipengaruhi sentimen. Kalau harganya naik, mereka berboyong-boyong membeli properti. Kalau harganya diperkirakan menurun, tunggu dulu deh," ujar Husodo saat Property Leaders Dialogue di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (1/11/2017).
Baca juga : Bos Gunung Sewu Minta KLB Jakarta Ditambah
Keadaan sekarang, imbuh dia, menunjukkan para pembeli tengah menunggu.
Sementara sebagai pengembang, dirinya justru berpikir bahwa saat yang tepat bagi konsumen membeli properti adalah ketika pasar lesu.
Pasalnya, pengembang baru akan membangun kembali saat pasar properti mengalami pertumbuhan.
"Kalau di sini ada pemain sebagai konsumen, pesan saya kita harus melihat counter cycle. Konsumen akan untung sekali saat membeli saat low cycle," jelas Husodo.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.