Borneo Paser Utama Bangun 1.000 Rumah Rp 100 Jutaan Tahun Ini - Kompas.com

Borneo Paser Utama Bangun 1.000 Rumah Rp 100 Jutaan Tahun Ini

Arimbi Ramadhiani
Kompas.com - 09/08/2017, 09:00 WIB
Ilustrasi.shutterstock Ilustrasi.

JAKARTA, KompasProperti - Pengembang PT Borneo Paser Utama tengah membangun kawasan perumahan seluas 20 hektar dengan nama Tapis Indah Regency.

Perumahan ini berlokasi di Tanah Grogot, Paser, Kalimantan Timur dengan harga jual per unitnya sebesar Rp 135 juta.

"Kita bangun 1.000 unit tahun ini. Untuk tahun depan 1.000 unit. Keseluruhannya 4.000 unit," ujar Direktur Utama PT Borneo Paser Utama Tri Asmoro saat Developer Gathering di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Rumah yang dipasarkan ini, kata Tri, bisa dibeli dengan uang muka atau down payment (DP) sebesar Rp 2 juta dan angsuran Rp 800.000 per bulan.

Saat ini, sebanyak 700 unit telah terjual. Dengan demikian, ia yakni target pembangunan 1.000 unit akhir tahun nanti akan terpenuhi.

Meski harganya Rp 135 juta, rumah tersebut bukanlah subsidi melainkan komersial. Tri mengatakan, dengan begitu ia bisa meningkatkan kualitas bangunan.

"Ini sudah full finishing. Sudah dilengkapi keramik, plafon, dan lain-lain. Kualitasnya bagus," sebut Tri.

Sementara itu, ia mengungkapkan, sebanyak 50 persen pembeli rumah memiliki latar belakang pekerja informal.

Para pembeli ini bekerja sebagai pedagang, petani, penambang, dan pekebun. Menurut Tri, ini merupakan potensi bagi perbankan untuk menarik kreditur dari pekerja informal.

"Kalau potensi kredit macet memang ada, tapi kita kan juga seleksi konsumen kita. Malah yang banyak kredit macet ini formal. Pekerja informal itu tingkat kemampuan daya belinya tinggi," jelas Tri.

Ia mencontohkan, petani kebun sawit memiliki penghasilan per bulan sebelum Rp 50 juta.

Jadi, jika harus membayar Rp 800.000 per bulan untuk cicilan rumah, para petani ini sangat mampu.

Selain itu, imbuh Tri, tingkat kemampuan masyarakat informal juga terlihat dari beban per bulan mereka yang digunakan menyewa rumah dengan biaya rata-rata Rp 1 juta-Rp 1,5 juta.

"Itu kan membuktikan mereka sebenarnya mampu bayar cicilan. Masa (cicilan) Rp 800.000 per bulan saja enggak bisa?" tandas Tri.

PenulisArimbi Ramadhiani
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM