Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pesona Ritel Singapura Kian Redup, Mungkinkah Bisa Bertahan?

Kompas.com, 25 Juli 2017, 09:34 WIB
Haris Prahara

Penulis

Sumber Reuters

KompasProperti – Singapura terkenal sebagai surga belanja, tak terkecuali bagi warga Indonesia. Namun, pesona itu memudar seiring lesunya kondisi ekonomi.

Sebagai salah destinasi wisata favorit, negara kota ini juga memiliki ruang ritel per kapita yang signifikan di Asia.

Data Jones Lang Lasalle (JLL) menunjukkan, Singapura memiliki sekitar 11,6 kaki persegi atau 1,08 meter persegi ruang ritel per kapita. Ini lebih besar dibandingkan Hongkong (11,5 kaki persegi ruang ritel per kapita) maupun Bangkok (8,6 kaki persegi ruang ritel per kapita).

Meski begitu, tingkat kekosongan ritel Singapura mencapai 8,4 persen pada Juli ini, tertinggi sejak periode Januari-Februari 2011 lalu. 

Kini, pusat perbelanjaan Singapura tak seramai dahulu. Peritel harus bersiasat dalam menjaga keterisian unit serta menarik kembali pelanggan.

(Baca: Sepi Pengunjung, Orchard Road Singapura Bukan Lagi Surga Belanja)

Tekanan juga datang dari pergeseran budaya masyarakat dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari. Pusat belanja konvensional mesti bersaing ketat dengan situs belanja daring (online). Perubahan tren itu kian menyulitkan peritel Singapura untuk bangkit.

Lantas, masih adakah harapan untuk kebangkitan ritel Singapura?

Seperti dilansir Reuters, Jumat (30/6/2017), peritel Singapura kini mulai berbenah. Mereka mengubah prioritas ruang ritel yang disewakan sebagai upaya untuk bangkit.

Operator mal negara itu mulai melipatgandakan ruang untuk penyewa makanan dan minuman atau food and beverages (F&B) dibandingkan satu dekade silam.

Bahkan, proporsinya dapat menyentuh angka 40 persen, atau hampir separuh dari ruang ritel tersedia. Itu semua dilakukan meskipun biaya renovasi relatif mahal untuk mengakomodasi hadirnya dapur.

"Mereka (mal) bukan lagi seperti mal," cetus Desmond Sim, Kepala Riset CBRE, sebuah perusahaan konsultan properti di Singapura.

“Operator mal mengakomodasi lebih banyak penyewa dan fasilitas yang memberi nuansa berbeda dari apa yang dihadirkan e-commerce,” imbuh Desmond.

JLL mencatat, penempatan ruang F&B di mal Singapura mencapai lebih dari 30 persen, lebih besar dari Hongkong (23 persen) atau negara-negara Eropa (10-15 persen).

Pusat makanan

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau