Sudah Terpikir Punya "Passive Income" di Masa Pensiun? - Kompas.com

Sudah Terpikir Punya "Passive Income" di Masa Pensiun?

Kompas.com - 18/07/2017, 12:13 WIB
Ilustrasi.www.shutterstock.com Ilustrasi.

KOMPAS.com - Berapa usia Anda saat ini, 35 atau 40 tahun? Jika saat ini Anda masih kuat bekerja dari pagi sampai sore, bahkan malam hari, tentu karena kondisi fisik Anda memang masih mumpuni.

Sampai kapan kondisi itu akan berlangsung? Apakah kondisinya akan sama kelak Anda menginjak usia 50 atau 55 tahun? 

Bukan mengecilkan, tentu saja. Tapi, wajar jika di usia "kepala lima", fisik makin mengendur untuk dipaksa bekerja sepanjang hari.

Dengan kondisi itu, sudahkah Anda memikirkan masa pensiun nanti? Sebuah fase ketika Anda tidak lagi bisa berkantor atau berbisnis pagi sampai sore, bahkan malam hari. Dari mana kira-kira pasive income yang bisa Anda investasikan mulai saat ini untuk menghadapi kondisi itu?

Konsultan bisnis yang juga Marketing Consultant Grand Orange Pandawa Beach Bali, Ratdi Gunawa, mengatakan orang sudah harus memikirkan investasi yang cocok di masa pensiunnya, termasuk apa yang akan diwariskan kepada anak dan cucunya. 

"Investasi yang tidak merepotkan dan punya potensi keuntungan yang menjanjikan dengan risiko sedikit. Salah satunya adalah pada kondominium hotel atau kondotel," ujar Ratdi, Senin (17/7/2017).

Menurut dia, masa "kepala lima" sudah bukan saatnya bekerja hingga larut malam. Dengan kondotel misalnya, investasi yang ditanam cukup memanfaatkan sistem yang mengatur tanpa banyak buang tenaga dan waktu.

"Karena ada manajemen operasional atau operator hotel yang setiap akhir bulan atau per semester atau tiap akhir tahun memberikan laporan dari nilai revenue dan tingkat hunian dari kondotel tempat Anda menginvestasikan dana," ujar Ratdi.

"Dari nilai revenue itu kemudian dikurangi nilai operasional cost hotel, lalu didapatkanlah profit sharing yang dibagi secara proposional dari jumlah ukuran hotel yang kita investasikan," tambah Ratdi.

Ratdi memaparkan, nilai sewa investasi kondotel adalah tiga kali nilai sewa rumah dan ruko. Selain itu, pada dua tahun pertama investasi di sektor kondotel orang akan mendapatkan jaminan sewa di tahun ketiga sampai tahun kesepuluh.

"Sekali lagi, profit sharing diberikan langsung tergantung room rate dan tingkat hunian hotel tersebut," ujar Ratdi.

Grand Orange Condotel Pandawa Beach, di Pantai Pandawa, Bali.Dok Grand Orange Condotel Pandawa Grand Orange Condotel Pandawa Beach, di Pantai Pandawa, Bali.
Potensi Bali

Bicara prospek investasi, potensi kondotel sejauh ini sangat erat dengan kawasan wisata. Salah satunya adalah Bali yang menjadi target pasar teryang besar wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Tak heran, lanjut Ratdi, dirinya berani menawarkan Grand Orange Pandawa Beach dengan unit terbatas sebagai investasi hotel bintang empat hak milik. Bahkan, kondotel yang terletak di Pantai Pandawa, Bali, itu ditawarkan dengan angsuran 60 bulan tanpa bunga.

"Pantai Pandawa masih salah satu lokasi favorit wisawatan yang berlibur di Bali. Selama ini karakteristik hotel di Bali itu dekat pantai dan tingkat huniannya selalu tinggi sehingga harga kamarnya juga tinggi dan nilai sewa yang tinggi itu akan menghasilkan return investment yang juga tinggi," kata Ratdi.

EditorLatief
Komentar
Close Ads X