Betulkah Jepang “Silau” atas Pesona Jalur Sutra China? Halaman 1 - Kompas.com

Betulkah Jepang “Silau” atas Pesona Jalur Sutra China?

Haris Prahara
Kompas.com - 14/07/2017, 10:40 WIB
Pemandu wisata membawa unta di dekat Danau Sabit Yueyaquan di Dunhuang, barat laut Provinsi Gansu, China, 12 Mei 2013. Tempat ini sangat historis. Berada di Jalur Sutra dan menjadi titik pertemuan serta pusat perdagangan kebudayaan timur dan kebudayaan barat.AFP PHOTO / ED JONES Pemandu wisata membawa unta di dekat Danau Sabit Yueyaquan di Dunhuang, barat laut Provinsi Gansu, China, 12 Mei 2013. Tempat ini sangat historis. Berada di Jalur Sutra dan menjadi titik pertemuan serta pusat perdagangan kebudayaan timur dan kebudayaan barat.

KompasProperti – Rencana ambisius China pada proyek Jalur Sutra menggugah Jepang untuk turut andil. Sampai sejauh mana Negeri Matahari Terbit ini dapat berkontribusi?

Pada Sabtu (8/7/2017) lalu, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Hamburg, Jerman. Memanfaatkan momentum konferensi negara-negara G20, mereka berdialog mengenai peningkatan hubungan bilateral dan situasi politik global saat ini.

Salah topik bahasan dalam pertemuan 40 menit tersebut adalah dahaga China untuk mengobarkan kembali Jalur Sutra. Ribuan tahun silam, Jalur Sutra dikenal sebagai akses perdagangan kelas wahid yang melintasi benua Asia, Eropa, hingga Afrika.

Menurut Belt and Road Action Plan yang diluncurkan pemerintah China pada 2015, inisiatif tersebut bertujuan membangkitkan hubungan perdagangan China dengan negara lain, terutama melalui sarana infrastruktur.

Presiden China Xi Jinping telah mengumumkan rencana ambisius itu sejak 2013 lalu. Tak tanggung-tanggung, pemerintah China dikabarkan siap menggelontorkan dana senilai 900 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 1.000 triliun untuk menyukseskan proyek tersebut.

"Ini (Jalur Sutra) adalah harapan kami. Melalui pembangunan jalur darat dan laut, kami akan menampilkan kekuatan ekonomi baru untuk pertumbuhan dunia, membangun sarana baru bagi pembangunan global, dan menyeimbangkan globalisasi ekonomi sehingga umat manusia akan bergerak pada jalan yang sama," papar Xi Jinping mengenai Jalur Sutra.

(Baca: Di Balik Ambisi China Kobarkan Kembali Jalur Sutra…)

Terkait pertemuan Abe-XI Jinping, saat itu Abe membuat sebuah pernyataan yang menyiratkan ketertarikan Jepang untuk ambil bagian dalam reaktivasi Jalur Sutra. "Ini (Jalur Sutra) amat berpotensi," ungkap Abe.

Lebih lanjut, Abe mengatakan, "Kami berharap inisiatif ini akan memberi kontribusi pada perdamaian dan kemakmuran regional maupun global, dengan mengadopsi gagasan yang dipegang oleh seluruh masyarakat internasional tersebut,” ujarnya seperti dilansir Forbes, Selasa (11/7/2017).

“Kami ingin bekerja sama dalam hal itu,” tegas Abe.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden China Xi Jinping.Greg Baker /AFP/Getty Images Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden China Xi Jinping.
Pernyataan Abe sontak membuat media Jepang berspekulasi atas peluang negeri Sakura terlibat dalam mega proyek Jalur Sutra.

Bahkan, salah media berpengaruh, The Japan News, menyimpulkan pernyataan Abe sebagai kepastian Jepang akan turut andil dalam langkah China.

Page:
PenulisHaris Prahara
EditorHilda B Alexander
SumberForbes
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM