Pilih Kondotel, Investor Tak Perlu Repot Cari Penyewa - Kompas.com

Pilih Kondotel, Investor Tak Perlu Repot Cari Penyewa

Kompas.com - 11/07/2017, 13:52 WIB
Pantai Pandawa di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. KUNCORO BUDI Pantai Pandawa di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Jakarta, KompasProperti - Untuk berinvestasi di sektor kondominium hotel ( kondotel) investor tidak perlu mencari penyewa. Setelah kondotel terbangun dan beroperasional, ada operator yang siap mengelolanya. 

"Itu bedanya investasi di sektor kondotel dengan investasi properti lainnya. Investor tidak perlu repot," ujar Ratdi Gunawan, Marketing Consultant Grand Orange Condotel Pandawa Beach Bali, mengatakan Ratdi, Senin (10/7/2017).

Ratdi mengatakan, investor kondotel akan menerima profit sharing yang dihitung pada setiap akhir tahun. Pembagian keuntungan itu diambil dari rata-rata room rate dan tingkat okupansi hotel itu.

"Rumusnya tidak berubah. Pembagian keuntungan dihitung dari harga kamar hotel per malamnya, terus dikali 365 hari, lalu dipotong anggaran operasional hotel. dari situ itu pembagian persentase profit sharing antara developer dan investor hotel," paparnya.

Ratdi mengatakan, tingkat okupansi yang tinggi di kawasan pantai Bali masih menyentuh angka 80 persen. Hal itu tak lepas dari tingginya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali dan ikut memicu tren berinvestasi di sektor ini.

"Tersewa atau tidak, investor tetap akan mendapatkan pembagian keuntungan yang akan dihitung secara proposional dari tingkat hunian dan jumlah unit hotel," tambah Ratdi.

Saat ini Grand Orange Pandawa sendiri sudah terjual 88 persen. Ratdi mengatakan, hotel bintang empat hak milik ini benar-benar menjual Pantai Pandawa yang belakangan makin populer di mata wisatawan. Ratdi bilang, kondotel di kawasan pantai memiliki karakteristik tingkat hunian selalu tinggi.

"Yang bikin bisnis hotel di Bali menjanjikan itu adalah pertumbuhan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara. Bali sendiri kan kita tahu, mulai Raja Arab Saudi, PM Malaysia, bahkan terakhir mantan Presiden AS Barrack Obama mau meluangkan waktu berliburnya ke Bali," ujar Ratdi.

Mantan Presiden AS Barack Obama merespons sambutan publik saat mengunjungi Pura Tirtha Empul di Desa Tampaksiring, Gianyar, Bali, Selasa (27/6/2017). Obama berlibur selama 10 hari di Indonesia, yaitu di Bali dan Jakarta, kota tempatnya menghabiskan masa kecil. Demikian disampaikan oleh pihak berwenang, 24 Juni.STR / AFP Mantan Presiden AS Barack Obama merespons sambutan publik saat mengunjungi Pura Tirtha Empul di Desa Tampaksiring, Gianyar, Bali, Selasa (27/6/2017). Obama berlibur selama 10 hari di Indonesia, yaitu di Bali dan Jakarta, kota tempatnya menghabiskan masa kecil. Demikian disampaikan oleh pihak berwenang, 24 Juni.
Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan data PHRI Bali, pergerakan penumpang yang masuk dan keluar Bali pada libur lebaran tahun ini saja mencapai 69 ribu orang per hari. Wisata domestik saja mencapai 18.698 orang, sedangkan wisatawan mancanegara sebanyak 16.298. Totalnya sekitar 34.996 wisatawan.

Ketua PHRI Bali, Tjokorda  Oka Artha Ardana Sukawati, kepada Tribun Bali, memaparkan bahwa data sementara per 28 Juni 2017 lalu terjadi kenaikan pergerakan penumpang menuju Bali sebesar 5,99 persen, yaitu dari 846.611 pada 2016 menjadi 897.326 pada 2017.

"Seiring kenaikan pergerakan penumpang, okupansi rate hotel pun meningkat," ujar Oka.

Menurut dia, okupansi rata-rata per wilayah selama libur lebaran 2017 ini bervariasi, mulai dari Nusa Dua sebesar 85 persen, Kuta 75 persen, dan Ubud 80 persen.

EditorLatief
Komentar
Close Ads X