Cucu Desainer Gedung Opera Sydney Merancang Air Terjun Buatan - Kompas.com

Cucu Desainer Gedung Opera Sydney Merancang Air Terjun Buatan

Arimbi Ramadhiani
Kompas.com - 19/05/2017, 21:00 WIB
Arimbi Ramadhiani Director Sales & Marketing Asia Guy Major dan Waterfall by Crown Group Global Icon Paula Verhoeven di belakang maket proyek Waterfall by Crown Group. Gambar diambil di Hotel Fairmont, Jakarta, Jumat (19/5/2017).

JAKARTA, KompasProperti - Pengembang properti residensial yang berbasis di Sydney, Australia, Crown Group, menyiapkan air terjun buatan pada proyek apartemen Waterfall by Crown Group di 18 O'dea Avenue Waterloo.

Air terjun buatan ini digadang-gadang menjadi yang tertinggi di Australia, yakni 7 lantai atau 24 meter.

"Kami bangun air terjun ini untuk menciptakan suasana baru bagi penghuni. Karena mendengar suara air terjun di tengah kota merupakan hal baru," ujar Director Sales & Marketing Asia Guy Major di Hotel Fairmont, Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Crown menggarap proyek ini bekerja sama dengan Mika Utzon Popov, cucu perancang Gedung Opera Sydney, Jorn Union.

Ia menciptakan karya seni publik berskala besar yang unik untuk membentuk bagian penting dari pembangunan senilai Rp 3,95 triliun.

Setelah dipamerkan di Eropa, Amerika Serikat, dan Australia, karya Mika berpusat pada alam sebagai landasan untuk pengalaman akan ruang.

Karya-karya ini yang terkait dengan konsep desain inti dari Waterfall by Crown Group. Waterfall by Crown Group merupakan bangunan apartemen dengan jumlah 331 unit.

Pilihan tipenya mulai dari studio berukuran 40 meter persegi. Selain studio, tipe unitnya meliputi satu, dua dan tiga kamar tidur.

Pada skala yang lebih tinggi, terdapat apartemen yang dilengkapi halaman dan griya tawang dua lantai. Adapun harganya dibanderol mulai dari Rp 6,5 miliar.

Sementara itu, selain air terjun, fasilitas pelengkap di apartemen tersebut adalah dek rekreasi, kolam renang infinity yang terletak di atap dengan sky garden dan teras, dan jalan yang dipayungi oleh pohon bambu.

PenulisArimbi Ramadhiani
EditorHilda B Alexander

Komentar
Close Ads X