Kebutuhan Semen dan Beton Pracetak untuk Infrastruktur 21,53 Juta Ton - Kompas.com

Kebutuhan Semen dan Beton Pracetak untuk Infrastruktur 21,53 Juta Ton

Arimbi Ramadhiani
Kompas.com - 18/05/2017, 17:01 WIB
www.shutterstock.com Ilustrasi.

TANGERANG, KompasProperti - Pembangunan infrastruktur yang sedang dijalankan pemerintah membutuhkan sumber daya material sangat banyak. Kebutuhan paling besar adalah semen dan juga beton pracetak sebanyak total 21,53 juta ton.

"Karena itu, sekarang sedang digalakkan juga beton pracetak untuk berbagai pembangunan, terutama jalan, pembangunan perumahan, sumber daya air (SDA), maupun cipta karya," ujar Kasubdit Teknologi Konstruksi dan Produksi Dalam Negeri Bina Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi, Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Konstruksi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ati Nurzamiati, Kamis (18/5/2017).

Tak hanya kebutuhan sumber daya material, dan peralatan konstruksi, pembangunan infrastruktur juga membutuhkan dana yang luar biasa besar.

Pada 2016, kebutuhan dana berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk infrastruktur mencapai Rp 291,72 triliun. Namun, kemampuan APBN berdasarkan PAGU indikatif hanya sebesar Rp 170,3 triliun.

"Jadi ada kesenjangan sekitar Rp 121,4 triliun. Memang untuk pengembangan infrastruktur dibutuhkan kerja sama dengan swasta," ujar Ati.

Berdasarkan estimasi kebutuhan sumber daya material dan peralatan konstruksi, di Kementerian PUPR terdapat 4 Satuan Administrasi Pangkalan atau Satminkal.

Pertama adalah Dirjen Sumber Daya Air yang memiliki anggaran DIPA untuk tahun anggaran 2017 sebesar Rp 72,4 triliun.

Kebutuhan ini meliputi aspal 26.935 ton, semen 2,9 juta ton, baja 1,5 juta ton, beton pracetak 3,6 juta ton, dan alat berat 7.653 unit.

Satminkal kedua adalah Dirjen Bina Marga dengan anggaran DIPA sebesar Rp 52,1 triliun. Kebutuhan belanja modal ini mencakup aspal 886.921 ton, semen 1,8 juta ton, baja 309.384 ton, dan alat berat 5.024 unit.

Selanjutnya adalah Dirjen Cipta Karya dengan anggaran DIPA sebesar Rp 26,85 triliun. Anggaran ini dibutuhkan untuk aspal 27.851 ton, semen 1,65 juta ton, baja 465.010 ton, beton pracetak 2,046 juta ton, dan alat berat 869 unit.

Terakhir, Dirjen Pembangunan Perumahan yang membutuhkan dana Rp 52,73 triliun. Anggaran ini untuk membiayai pengadaan aspal 54.687 ton, semen 3,2 juta ton, baja 913.086 ton, beton pracetak 4,018 juta ton, dan alat berat 1.707 unit.

Dengan demikian, secara total, anggaran DIPA Kementerian PUPR sebanyak Rp 204,099 triliun. Adapun rinciannya untuk aspal 996.396 ribu ton, semen 9,6 juta ton, baja 3,2 juta ton, beton pracetak 11,93 juta ton, dan alat berat 15.254 unit.

PenulisArimbi Ramadhiani
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X