Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Cara Pengambilan Bibit Pohon Gratis Kemenhut, Daftar via Online

Kompas.com, 3 November 2026, 12:06 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Masyarakat yang ingin menanam pohon di lingkungan rumah maupun lahan miliknya bisa mendapatkan bibit tanaman secara gratis melalui program Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Pengajuan bibit gratis Kemenhut dapat dilakukan secara daring atau dengan mendatangi langsung Persemaian Permanen milik Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) terdekat.

BPDAS Kemenhut ini tersebar di beberapa daerah. Misalnya di Jawa Tengah, lokasi BPDAS berada di BPDAS Pemali Jratun (Semarang) dan BPDAS Solo (Surakarta).

Sementara untuk warga Jabodetabek, persemaian BPDAS terdekat berada di Bogor dan Depok.

Melalui layanan tersebut, masyarakat bisa mengajukan permintaan berbagai jenis bibit tanaman sesuai kebutuhan dan lokasi penanaman.

Untuk pengajuan bibit gratis BPDAS dari perorangan, masyarakat dapat memperoleh maksimal 25 batang bibit dengan melengkapi persyaratan administrasi yang telah ditentukan.

Sementara itu, permintaan dalam jumlah lebih banyak, termasuk pengajuan dari kelompok masyarakat atau instansi, memerlukan dokumen tambahan.

Cara Mengajukan Bibit Gratis

Masyarakat yang ingin mendapatkan bibit bisa mendaftar lebih dulu tanpa harus datang langsung ke persemaian dengan memanfaatkan layanan daring melalui situs Bibitgratis.com Kemenhut.

Baca juga: Ketika Belanda Berkuasa, Jalan-jalan Utama Ditanami Pohon Asam Jawa

Berikut tahapan pengajuannya sebagaimana dirangkum dari laman Bibit Gratis Kemenhut:

  1. Buka situs resmi Bibitgratis.com.
  2. Lakukan registrasi untuk membuat akun baru atau login jika sudah memiliki akun.
  3. Cari unit BPDAS atau Persemaian Permanen yang lokasinya paling dekat dengan tempat tinggal.
  4. Pilih menu pengajuan permintaan bibit.
  5. Lengkapi formulir yang tersedia, termasuk jenis bibit, jumlah yang dibutuhkan, dan informasi lokasi penanaman.
  6. Kirim permohonan melalui sistem.
  7. Pantau perkembangan pengajuan melalui akun atau tunggu pemberitahuan melalui email maupun pihak persemaian.

Jika permohonan disetujui, pemohon akan mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai jadwal pengambilan bibit.

Dengan mekanisme ini, masyarakat dapat mengajukan permintaan terlebih dahulu tanpa harus mendatangi persemaian untuk mengurus administrasi awal.

Cara Mengambil Bibit Gratis dengan Datang Langsung

Selain mendaftar melalui internet, masyarakat juga bisa mengajukan permintaan bibit dengan mendatangi langsung Persemaian Permanen milik BPDAS.

Pemohon dapat mencari lokasi persemaian terdekat dari tempat tinggalnya di situs BPDAS Kemenhut.

Adapun langkah-langkah pengajuannya sebagai berikut:

  1. Datang langsung ke Persemaian Permanen BPDAS terdekat.
  2. Membawa KTP asli atau fotokopinya sebagai identitas pemohon.
  3. Mengisi formulir permohonan bibit yang disediakan petugas.
  4. Menunggu proses verifikasi permintaan.
  5. Jika memenuhi ketentuan dan stok tersedia, bibit dapat langsung dibawa pulang.

Untuk pengajuan perorangan, jumlah bibit yang dapat diperoleh maksimal 25 batang.

Persyaratan Bibit Gratis BPDAS Kemenhut

Persyaratan pengajuan bibit dibedakan berdasarkan jumlah permintaan dan pihak yang mengajukan.

Baca juga: Dua Sisi Pohon Bintaro, Menghijaukan Perumahan, tapi Sangat Beracun

Bagi masyarakat yang mengajukan permintaan secara perorangan dengan jumlah maksimal 25 batang, dokumen yang perlu disiapkan meliputi:

Kartu Tanda Penduduk (KTP), baik dalam bentuk fisik maupun foto untuk pengajuan daring.
Formulir permintaan bibit yang telah diisi.

Sementara itu, pengajuan dengan jumlah lebih dari 25 batang atau permintaan yang diajukan kelompok masyarakat maupun instansi membutuhkan persyaratan tambahan.

Dokumen yang perlu disiapkan antara lain:

  1. Proposal permohonan bibit secara resmi.
  2. Surat pengantar, misalnya dari RT/RW atau instansi terkait.
  3. Koordinat lokasi penanaman.
  4. Foto lahan yang akan digunakan untuk penanaman.

Kelengkapan dokumen tersebut diperlukan agar permintaan bibit gratis dalam jumlah besar dapat diverifikasi berdasarkan kebutuhan dan lokasi penanaman.

Baca juga: Mengenal Bintaro, Pohon Beracun yang Kerap Ditanam di Perumahan

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau