Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kata Pakar, 4 Elektronik Ini Paling Rawan Rusak Bila Listrik Padam

Kompas.com, 20 Juni 2026, 21:06 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Frekuensi mati lampu atau blackout jaringan listrik PLN di Pulau Jawa semakin sering terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Pakar instalasi kelistrikan Helvin Herman Tirtadjaja mengungkapkan selain menghambat aktivitas, pemadaman listrik yang terjadi berulang kali ini juga dapat berdampak buruk terhadap sejumlah peralatan elektronik di rumah.

Banyak orang mengira perangkat elektronik rusak hanya disebabkan oleh terlalu seringnya listrik padam.

Padahal, menurut Helvin, faktor yang lebih berbahaya bukan sekadar jumlah pemadaman, melainkan kondisi ketika listrik mati secara tiba-tiba dan kembali menyala dengan gangguan tegangan.

Ketika listrik kembali mengalir setelah padam, dapat terjadi lonjakan tegangan yang memberikan beban besar pada komponen elektronik. Apalagi jika kondisi tersebut terjadi berkali-kali dalam waktu berdekatan.

Dalam standar kelistrikan internasional yang dikeluarkan oleh International Electrotechnical Commission (IEC), gangguan seperti ini dikenal dengan beberapa istilah, yaitu voltage dip, short interruption, dan transient overshoot.

Baca juga: Bahaya Keseringan Mati Lampu, Pakar: Bikin Elektronik Rusak

Voltage dip merupakan kondisi ketika tegangan listrik turun secara tiba-tiba. Sementara short interruption adalah gangguan berupa terputusnya pasokan listrik dalam waktu singkat.

Adapun transient overshoot adalah lonjakan tegangan sesaat yang dapat terjadi ketika listrik kembali menyala. Ketiga gangguan tersebut dapat membuat komponen elektronik bekerja di luar kondisi normal.

"Setiap mati–nyala (mati lampu) menyebabkan arus awal tinggi (inrush current), stress pada komponen, pemanasan mendadak," tutur Helvin saat dihubungi, Sabtu (20/6/2026).

Elektronik Rusak Paling Rawan

Diungkapkan Helvin, ada beberapa perangkat elektronik yang paling rawan mengalami kerusakan akibat lampu padam, hal itu sangat bergantung pada beberapa faktor.

Tidak semua perangkat elektronik memiliki tingkat ketahanan yang sama terhadap gangguan listrik. Beberapa perangkat dengan rangkaian elektronik kompleks justru lebih sensitif.

"Tidak pasti Pak. Tergantung kondisi dan kualitas peralatan (elektronik)," ungkap Helvin.

Yang paling berbahaya bukan jumlah padamnya, tetapi listrik mati mendadak, menyala kembali dengan lonjakan tegangan, dan tegangan naik-turun berulang (flicker)," tambahnya.

Baca juga: Mengapa Rumah yang Tinggi Perlu Diberi Penangkal Petir?

Ia mencontohkan, salah satu perangkat elektronik yang cukup rawan mengalami kerusakan bila terjadi lonjakan tegangan dan naik turun arus listrik adalah TV LED dan OLED

Lonjakan tegangan yang terjadi secara tiba-tiba dapat mempercepat kerusakan komponen seperti kapasitor dan modul daya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau