JAKARTA, KOMPAS.com - Kesalahan dalam pemasangan dan penggunaan instalasi listrik rumah masih kerap ditemukan di masyarakat.
Padahal, praktik yang dianggap sepele dapat meningkatkan risiko sengatan listrik hingga kebakaran.
Baca juga: Blackout Listrik Sumatera, HK Pastikan Layanan Tol Tetap Normal
Dosen dan Peneliti Kelompok Keahlian Ketenagalistrikan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB), Kevin Marojahan Banjar Nahor, mengungkapkan sejumlah kesalahan instalasi listrik yang paling sering dilakukan, khususnya terkait pemasangan stopkontak dan saklar di rumah.
Berikut penjelasannya:
Kebiasaan menggunakan satu stopkontak untuk banyak peralatan sekaligus masih sering dilakukan, biasanya dengan bantuan terminal ekstensi atau stopkontak tambahan.
Menurut Kevin, beban listrik yang menumpuk pada satu titik dapat menyebabkan overload atau beban berlebih yang memicu panas tinggi dan berpotensi menimbulkan kebakaran.
"Risiko ini makin besar ketika beberapa alat berdaya tinggi seperti setrika, dispenser, dan rice cooker dicolokkan bersamaan pada satu ekstensi," ujar Kevin saat dihubungi Kompas.com, Kamis (21/04/2026).
Masyarakat juga kerap menyambung kabel secara manual dengan cara dililit lalu ditutup menggunakan lakban biasa.
Kevin mengatakan cara ini berisiko karena sambungan mudah longgar dan dapat memicu percikan api yang tidak terdeteksi oleh MCB.
"Percikan kecil di sekitar bahan mudah terbakar seperti gorden, kertas, atau sofa bisa menjadi pemicu kebakaran besar," katanya.
Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah mencabut steker dengan menarik kabelnya, bukan memegang kepala steker.
Menurut Kevin, kebiasaan tersebut dapat membuat sambungan antara kabel dan steker menjadi longgar.
"Hal ini sangat berisiko, terutama pada kabel ekstensi buatan sendiri, karena sambungan longgar dapat memicu percikan listrik," ujarnya.
Kevin mengatakan banyak pemilik rumah melakukan modifikasi instalasi listrik sendiri tanpa memahami aspek teknis yang diperlukan.
Beberapa praktik yang kerap ditemukan antara lain menambah stopkontak tanpa memperhitungkan ukuran kabel yang sesuai, membuat kabel ekstensi dengan sambungan lakban, hingga mengganti MCB dengan rating yang lebih besar karena MCB lama sering turun atau trip.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.