JAKARTA, KOMPAS.com - Ubin merupakan salah satu jenis penutup lantai paling populer yang menjadi pilihan masyarakat.
Selain tersedia dalam banyak motif dan ukuran, proses pemasangan material ubin cukup mudah meski perlu bantuan tenaga profesional.
Salah satu tahapan yang tidak boleh dilewatkan saat melakukan pemasangan ubin adalah proses perendaman.
Apa pun jenis ubin yang digunakan, biasanya dasar ubin memiliki banyak pori. Ini berarti ada banyak udara di dalamnya.
Baca juga: 3 Alasan Mengapa Anda Harus Memasang Ubin Porselen di Rumah
Untuk direkatkan, ubin harus diletakkan di atas semen. Jika ubin yang dalam keadaan kering diletakkan langsung di atas semen, maka bisa dengan mudah rusak.
Meskipun ubin kering tersebut mungkin menempel pada awalnya, kemungkinan besar akan retak lebih cepat dari yang seharusnya.Ini karena kantong udara di yang masih ada di dalam ubin kering.
Saat dilakukan perendaman, kantong udara yang ada di bawah permukaan ubin akan diisi oleh air. Prosesnya akan terlihat ketika muncul gelembung udara di atas permukaan air setelah ubin terendam.
Ubin yang Anda miliki dapat langsung dipasang dengan aman setelah gelembung udara berhenti muncul.
Meskipun merendam ubin baik untuk perekatan dengan semen, namun ubin yang sudah memiliki perekat silikon, epoksi, atau perekat berbasis cairan tidak perlu direndam sebelum dipasang.
Jika Anda perlu memotong ubin, lakukanlah sebelum proses perendaman. Pemotongan ubin setelah direndam cenderung meningkatkan risiko bilahnya patah atau ujungnya bergerigi.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.