Kompas.com - 19/09/2022, 21:00 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com - Banyak mitos yang berkembang di Indonesia seputar sektor perumahan. Salah satunya adalah rumah tusuk sate.

Konon rumah tusuk sate adalah tempat favorit untuk ditinggali oleh para makhluk halus dan jin sehingga bisa mendatangkan celaka bagi para penghuni rumah.

Hal inilah yang membuat rumah tusuk sate kurang laku di pasaran bahkan setelah dipasarkan dengan harga yang lebih rendah.

Baca juga: Ingin Kurangi Energi Buruk di Rumah Tusuk Sate? Lakukan 6 Hal Berikut

Meskipun sering dikaitkan dengan hal-hal berbau gaib, Feng Shui Nexus mengatakan ada alasan logis mengapa banyak ahli menyarankan calon konsumen untuk tak membeli rumah tusuk sate.

Alasan pertama adalah soal lalu lintas di sekitar rumah tusuk sate. Rumah tusuk sate ini biasanya berlokasi di tepi jalan utama.

Jika arus lalu lintas tinggi, maka otomatis akan berbahaya bagi keamanan rumah terlebih bila rumah belum dilengkapi dengan pagar pembatas.


Apalagi bila rumah Anda berada di ujung jalan turunan, tingkat bahaya yang mengancam keselamatan penghuni rumah akan meningkat.

Masalah selanjutnya adalah sorotan lampu kendaraan saat malam hari. Kebanyakan orang merasa tidak nyaman ketika sebuah kendaraan bergerak lurus ke arah mereka.

Di rumah tusuk sate, sorotan lampu depan mobil akan menyinari langsung ke rumah Anda terlebih bila terletak pada jalan yang sibuk.

Meskipun bisa disiasati dengan pemasangan tirai, namun ini bisa membuat sang pemilik rumah terganggu.

Baca juga: 5 Tanaman Indoor yang Cocok Ditempatkan di Rumah Minimalis

Mereka yang tinggal di rumah tusuk sate juga akan mengalami masalah kebisingan. Karena lebih banyak kendaraan yang melintas, kebisingan pun tak bisa dihindarkan. Lebih dari itu, tingkat polusi udara pun akan naik.

Dalam jangka panjang, mengekspos diri pada paparan polusi ini pasti dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

Karena alasan-alasan inilah, rumah tusuk sate jarang diminati oleh masyarakat. Meskipun harga jualnya lebih murah di pasaran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.